“Jangan bercanda, Bim!” Rosmala naik pitam. Ia memalingkan wajah dari Bima yang kini duduk bersila kaki di lantai, sementara dirinya dan Holil duduk di atas sofa. “Mama percaya, ‘kan, sama Bima?” Bima masih terus meyakinkan. Rosmala menggeleng tanpa berbicara sepatah kata pun. Hatinya sudah terlampau sesak. Bagaimana bisa sang anak menghamili gadis lain dan mengkhianati kekasihnya sendiri? Bukannya sebulan lagi Bima akan menikahi Aluna? “Laki-laki jangan pengecut. Kamu harus bertanggung jawab terhadap apa pun yang kamu lakukan.” Holil menimpali. Pria paruh baya itu mengusap punggung Rosmala, menenangkan sang istri yang masih sangat shock. “Udah, Ma. Jangan terlalu dipikirin.” “Apa yang harus Mama katakan sama Halimah, Pa?” Rosmala mengembuskan napas kasar. Ia menatap Bima dengan mata m

