Episode 25 | Broken

2119 Words

“Kamu masih home care di rumah Mamanya Kalista?” Bima menggeleng. “Enggak. Ada perawat lain yang bisa langsung konsultasi sama dokter Sully.” Aluna mangut-mangut kecil. Syukur alhamdulillah kalau begitu. “Kamu nggak lagi mancing-mancing, ‘kan?” tanya Bima penuh selidik. “Mancing apanya?” “Mancing ikan di sungai. Ya mancing keributan, lah.” Aluna mendengkus. “Aku cuma bertanya, Bim.” “Hem.” Ramen di dalam panci sudah ludes tak tersisa. Aluna bersendawa karena asupan perutnya sudah terpenuhi. Tangannya menepuk perut beberapa kali. Melihatnya, Bima menggelengkan kepala. Tingkah cewek, kok, begini banget, ya? Tidak ada anggun-anggunnya sama sekali. Lantas Bima bangkit, menyimpan panci kotor ke tempat cucian. “Masih kurang?” tanya Bima dengan mata memicing. “Dah kenyang.” “Iya, lah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD