"Bim ... bantuin Mama masak, dong. Nanti Yudistira mau nginep di sini katanya. Kita buatin makan malam, kek. Sekarang kan kita udah jarang makan malam bareng lagi." Bima mendengkus malam di tempatnya. Membalik badan hingga menelungkup di atas sofa. "Males, Ma." "Lu kalau disuruh-suruh males mulu bawaannya. Emang dasar beban keluarga!" Beban keluarga, nggak, tuh?! "Yudistira terus yang diperhatiin sama Mama. Perasaan Bima nggak pernah diperhatikan sebegitunya sama Mama, sama Papa. Apakah Bima hanya anak pungut?" tanya Bima hiperbolis. Ia menghela napas dalam. Mengubah posisinya menjadi duduk di atas sofa kebanggaan Mamanya. "Bantuin Mama masak, Bim. Biar cepat beres! Lu ngebantah mulu perasaan. Selama ini lu dikasih makan sama siapa? Bisa-bisanya menganggap Mama pilih kasih!" "Bima se

