Bab 25. Selipan Masa Lalu

1523 Words

Rumah itu sunyi. Terlalu sunyi, sampai detak jam dinding pun terdengar seperti palu godam di kepala Damian. Ia duduk di tepi ranjang, tangan mencengkeram rambut dan d**a terasa penuh. Entah berapa lama waktu berlalu sejak Jo pergi membawa Meysa. Entah kenapa, yang seharusnya menjadi malam penuh kemenangan—berubah jadi pagi yang membingungkan. Meysa menjauh. Pergi tanpa menjelaskan apa pun. Dan itu membuat batin Damian kembali liar. Namun, bukan itu yang membuatnya berdiri dan melangkah cepat ke kamar Rose. Bukan Meysa. Tapi kenyataan bahwa ia telah kehilangan arah. Kehilangan kendali. Dan Rose—entah bagaimana—masih ada di sana. Masih bertahan, walau luka di matanya makin sulit ia tutupi. Pintu kamar tidak terkunci. Damian masuk pelan, menutup dengan hati-hati, lalu menatap punggung Rose

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD