Bab 24. Mencurigaimu

1568 Words

Meysa menarik napas pelan, lalu menoleh perlahan ke arah Jo. Matanya masih terlihat limbung, tapi kali ini ada keberanian kecil yang tumbuh perlahan di dalamnya. Bukan keberanian untuk menjawab ‘ya’ pada lamaran Jo, melainkan keberanian untuk jujur pada perasaannya sendiri—yang sedang compang-camping. “Jo.…” ucapnya lagi. Kali ini lebih mantap, meski masih ada jeda dalam suaranya. “Aku enggak nolak. Sumpah, aku enggak nolak.” Jo memiringkan kepala, menatapnya lekat. Namun ia tak berkata apa-apa. Pria itu menunggu dengan sabar. Meysa mengusap jari-jarinya yang saling menggenggam erat di pangkuan. Pandangannya mengarah ke dashboard mobil, lalu turun ke lututnya yang tertutup jeans. “Aku cuma … aku belum siap untuk langsung nikah. Bukan karena enggak mau, tapi karena aku masih belajar berd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD