Pagi menjalar perlahan lewat celah tirai. Rose membuka mata dalam kondisi separuh sadar, kepala terasa berat, tapi setidaknya tidak seberat semalam. Ia duduk di atas ranjang, mengusap wajah, dan membiarkan sunyi menyapa dirinya lebih dulu. Damian tidak ada di sisi. Tidak heran. Dia memang tak pernah kembali sejak semalam. Rose hanya menatap datar bantal kosong di sebelahnya, sebelum akhirnya turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Tak banyak suara. Hanya deru air yang mengguyur tubuhnya yang letih. Usai mandi, Rose mengenakan pakaian santai. Tak ada make up. Tak ada parfum. Ia turun ke lantai bawah dengan wajah bersih dan polos—yang entah kenapa justru membuatnya tampak lebih rapuh. Namun, ia berusaha terlihat tenang. Sekuat mungkin. Aroma kopi ringan menyambutnya dari arah

