Bab 16. Membongkar Semuanya

1061 Words

Pintu ruang direktur itu terbuka dengan kasar, hampir copot dari engselnya. Jo melangkah masuk, langkahnya cepat dan penuh tekanan, seperti bara yang siap meledak kapan saja. Para staf di luar ruangan hanya sempat menoleh sejenak sebelum buru-buru kembali menunduk ke layar komputer masing-masing, pura-pura tak melihat. Semua tahu, ketika Jo marah, lebih baik tak satu pun mengganggu. Rina, sekretaris pribadinya, langsung berdiri kaget dari balik meja. Tumpukan dokumen di mejanya sempat bergeser, nyaris jatuh ke lantai. “Pak Jo, ada yang bisa saya bantu—” “Aku mau penjelasan, sekarang!” Suara Jo menggelegar, menembus sekat ruang kaca. Wajahnya merah padam. Dasinya sudah dilonggarkan, lengan kemeja tergulung sampai ke siku. Matanya penuh kemarahan, tapi juga luka. Di tangan kanannya, ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD