Bab 14. Pembalasan Dimulai

1166 Words

“Itu urusanku. Kamu seharusnya enggak berhak tahu. Aku juga enggak pernah ikut campur urusanmu dengan Rose,” ucap Meysa mulai ketakutan. Ia takut Damian kembali main tangan dan melakukan kekerasan. Sejak dulu ia tahu, jika Damian sering main tangan. Namun, bukankah ia sudah tidak berhak melakukan itu sekarang? Melihat Meysa mulai ketakutan, Damian tersenyum kecil. Ia makin gila dan yakin jika bisa kembali memiliki Meysa. Ya, ia masih menginginkan wanita itu walaupun sudah bersama Rose. Mungkin dia akan menjadi seseorang yang egois, tapi semuanya benar-benar tidak terkendali ketika mengetahui wanita itu dekat dengan sang kakak ipar. “Tapi kamu cemburu, kan, waktu kemarin aku bercinta dengan Rose? Kamu terangsang sampai sakit gara-gara tidak bisa melampiaskan hasratmu. Mengaku saja, Mey,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD