“Aku udah siapin makanan buat kamu,” kata Jo ketika Meysa baru saja kembali dari kamar mandi. “Makasih, ya. Ini benar-benar pelayanan prima,” sahut Meysa yang kemudian duduk di kursi yang disiapkan Jo. Walaupun masih merasa jengah setelah sama-sama berbagi keringat walaupun tanpa penyatuan, tapi Meysa dan Jo berusaha untuk tetap tenang. Mereka sudah sama-sama dewasa. Untuk apa merasa hal itu perlu dibicarakan. Mata mereka yang cerlang sudah menggambarkan semuanya. “Sama-sama. Kamu udah baikan, kan?” tanya Jo. Meysa mengangguk lemah. Ia benar-benar merasa jauh lebih baik sekarang. Berkat obat dari dokter dan juga … pria di hadapannya. “Rose tanya keadaanmu,” imbuh Jo. “Katakan aku baik-baik saja. Setelah selesai makan, antar aku pulang, ya. Kasian Nyonya Rose dan Bastian juga,” jelas

