Diusir Dari Rumah

1776 Words

“Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu, Wid?! Yang namanya suami istri apa-apa bersama! Pengeluaran rumah tangga pun bersama! Jadi uang kamu adalah uang aku juga! Kebutuhan aku kebutuhan kamu juga! Pengeluaran aku pengeluaran kamu juga! Hutang aku hutang kamu juga!” balas Barra berapi-api. Mata Widi melebar. “Apa?! Bersama-sama?! Tidak salah bicara, mas?! Kok aku merasanya makan dan kebutuhan sehari-hari aku semua yang menanggungnya. Begitu pun dengan hutang mas, selalu aku yang membayarnya. Sekarang mas ingat-ingat kapan terakhir kali mas memberiku uang untuk makan dan kebutuhan rumah, hah?” Barra terdiam. Tapi rahangnya mengencang dan matanya memerah. Barra jelas tampak sangat marah dengan ucapan Nadia barusan. “Oh, jadi kamu sekarang mulai perhitungan?” “Ini tidak ada hubungannya den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD