Chapter #34 - TIGA PULUH EMPAT

2504 Words

 CHAPTER #34 TIGA PULUH EMPAT               “Nggak sarapan dulu, pak? Kasihan kepala cabang belum sarapan dirumah.” Kata Gunawan sengaja membela Rostina.             “Sarapan sudah ada didalam, Gun. Oh, iya. Maaf ya Ros. Saya lupa kalau sekarang kamu itu kepala cabang.” Ujar Andi merasa tidak enak.             “Ahh, pak Andi ini. Nggak apa-apa, pak. Judul sih boleh sama, kepala. Tapi beda kan kepala pusat dengan kepala cabang.” Jawab Rostina sambil tertawa.             Rostina dan Gunawan akhir masuk juga kedalam ruangan Andi untuk rapat.             Hanya sejam rapatnya, Rostina dan Gunawan sudah keluar lagi dari ruangan Andi.             “Tinggal membeli peralatan kantor saja Gun. Dimana kita beli?”             “Apa nggak bagus nanti saja kalau sudah dekat waktunya, Ros?”      

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD