CHAPTER #35 TIGA PULUH LIMA Rostina kembali mengeluh dan menarik nafas lalu menghembuskannya kembali. Apa yang disampaikan oleh Nio mungkin benar. “Mungkin, mas. Saya jadi bingung ini. Bagaimana cara menyelesaikannya, mas?” “Iya cantik. Nanti saya telepon Papah, ya. Saya akan coba menerangkan maksud dari perkataan kamu.” “Bagaimana memangnya, mas?” “Iya saya akan cerita kalau maksud kalimat kamu kalau sempat itu maksudnya, kalau sempat sehari sebelum pelaksanaan pameran. Begitu, Ros.” “Loh, pameran kan besok mulainya, mas!” “Justru itu yang akan menjadi ketidak mungkinan dan maksud kalau sempat. Ngerti kamu Ros?” Rostina terdiam dan berpikir memang hanya itu salah satu jalannya untu

