CHAPTER #14 EMPAT BELAS Jam 7 pagi langit Bandung begitu cerahnya tapi udaranya masih dingin. Alise sudah terbangun dan duduk di teras rumahnya Nio. Dia sangat senang dengan halaman rumahnya yang tertata rapih. “Selamat pagi Mah.” Deka sudah berdiri disamping Alise. Deka menunduk dan mencium istrinya. Alise memegang tangannya Deka dan mendudukannya di kursi sebelah. Deka menyimpan salah satu tehnya dimeja teras. Alise mengambilnya dan meneguknya dengan nikmat. “Pak, Bu. Ini gorengan bakwan dan combro barangkali mau nyoba?” Endah meletakan sepiring di meja teras. “Terimakasih mbak Endah.” Ujar Alise dan mengambil salah satu makanan yang ada dipiring kemudian memakannya.

