bc

Mengejar Cinta Dosen Kampus

book_age18+
69
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
HE
teacherxstudent
age gap
drama
sweet
bxg
kicking
campus
professor
like
intro-logo
Blurb

Apa yang harus dilakukan saat IPK hanya berangka satu koma? Belajar lebih keras, Jessi nggak tahu caranya, dan juga malas. Lantas saat sobatnya Shelly berkata, “godain aja dosen kita Pak Cahyo,” Jessi seperti mendapat bisikan angin surga. YA! Itulah jawabannya, dia harus membuat Pak Cahyo jatuh cinta padanya, dan dengan mudah memberikan nilai A-plus. Begitulah Jessi memutuskan untuk mendekati dosen kampus demi mendapat nilai bagus, tapi ternyata justru dia terjebak rasa cinta beneran, padahal dosennya sudah punya tunangan. Lantas, bagaimana Jessi menghadapi hal ini? akankah dia menyerah atau terus memperjuangkan nilai dan cinta? ***

"Pak, Bapak tau nggak bedanya rumah kosong sama bapak?" Jessi udah menjejeri Cahyo, membuat Cahyo menoleh prihatin, Jessi niat banget sih nempelin. Wajah mungil Jessi terlihat mengkilap oleh keringat dan pikiran Cahyo malah menyimpulkan Jessi terlihat makin seksi. Cahyo pengen jedotin kepala sendiri ke tembok karena mikir enggak-enggak soal Jessi. "Nggak." Cahyo jawab singkat, jalan semakin cepet, takut ada rasa aneh menyelinap di hatinya tanpa dia bisa kendalikan. "Kalau rumah kosong, sarang hantu, kalau pak Cahyo, sarangheyooo...." Jessi senyum lebar sambil nunjukin jemari membentuk hati. Cahyo pengen mesem, tapi ditahan. Cahyo nggak pengen Jessi liat senyumannya dan ngebuat Jessi makin gencar nempel. Cahyo berlari kecil ninggalin Jessi yang udah di sebelahnya, dan berusaha nggak peduli sama Jessi lagi, sampai terdengar suara debam benda jatuh dan suara Jessi yang menjerit kesakitan.

chap-preview
Free preview
Ide Gila
Ganteng. Itu pendapat Jessi saat melihat Pak Cahyo, dosen statistik yang ngajar di kelasnya. Jessi langsung mangap maksimal pas masuk kelas dan ngeliat sesosok tinggi, badannya terlihat berisi, tapi nggak gendut sih, eh tapi bikin gemes pengen meluk kayak boneka teddy bear, trus lengan kemejanya disingsingkan sampe siku gitu, aduduhay, urat-urat di tangannya yang menonjol bikin Jessi berasa nggak kuaaaaaaatttt!!! Apalagi pas liat mukanya kayak bayi, imut gemes tapi dalam tubuh om-om, aduh gimana sih?! Namanya emang kayak nama nggak oke gitu sih. Cahyo, dan nama panjangnya itu Cahyo Wardana Yoda, tapi jangan dilihat dari nama, karna kata Shakespeare apalah arti sebuah nama, ye kan? Dan kalian-kalian bakalan menganga saat ngelihat penampilan Pak Cahyo, kayak Jessi yang jadi rajin masuk matkul statistik saat tahu dosennya macem Pak Cahyo, tapi ikut mata kuliah dengan dosen tampan nggak ngebuat Jessi jadi lebih cerdas dari standar otak yang biasa dia gunakan. Saat ujian berakhir, Jessi lagi-lagi dapat nilai E. "Gilak! Gue dapat E lagi, ngulang lagi dong gue semester depan." Teriak Jessi dengan wajah frustasi. "Percuma dosen ganteng ngasih nilai E doang, huh! padahal gue udah rajin masuk kuliah, eh masa dikasi E juga." Jessi menendang sebuah botol mineral kosong sambil menekuk bibirnya seperti bebek sebagai tanda kekesalannya karena dapat nilai jelek di mata kuliah statistik. "Yaelah lo masuk kuliah juga mandangin Pak Cahyo doang, lo duduk depan sendiri juga biar deket sama Pak Cahyo, merhatiin pelajarannya kagak, merhatiin muka tampan pak Cahyo doang lo!" "Sayangnya Pak Cahyo nggak mempan lo godain, mampus lo!" ejek Selly Mahadewi sobat kriminalnya Jessi. "Kayak lo dapat A aja, lo sama aja kan dapat jelek," sembur Jessi pada Shelly. "Gue dapat C kok, mayan." "E itu emang cocok buat lo, kepanjangan dari Edan! Muahahaha." Selly tertawa terbahak-bahak menertawakan kekesalan yang Jessi rasakan. "Dasar Mak Lampir!" Jessi menekan kepala Selly keras dengan jari telunjuknya saat Shelly terbahak-bahak ngetawain Jessi yang dapat nilai lebih jelek darinya. "Ngga bisa gini nih, gimana cara gue bisa dapat nilai statistik bagus. Kalau nilai gue jeblok melulu, kapan gue lulus, ngulang melulu," ucap Jessi serius. Jessi udah bosen beberapa kali ngulang mata kuliah, bisa-bisa dia jadi mahasiswa veteran di kampus ini, jadi mahasiswa sesepuh yang dipertuan agungkan. "Ya udah pacarin aja Pak Cahyo-nya, kali aja jadi bagus tuh nilai, hahaha." Shelly ngasih saran asal. Sejenak, Jessi terdiam, lalu menjerit histeris yang membuat Shelly kaget. "Lahhhhh....bener jugaaaa!!" Jessi teriak kenceng. "Bener? Apanya?" Shelly menatap Jessi bingung. "Bener juga ide lo, gue selama ini ngapain ya nggak pernah bergerak deketin Pak Cahyo, udah ganteng, hot, unch...bisa dapat nilai bagus lagi. Gue suka, gue suka." "Jess, lo mau deketin Pak Cahyo?" tanya Shelly nggak nyangka Jessi bakalan menerima ide sembarangannya. "Yoyoi." "Eh, denger-denger, dia udah punya tunangan lho, terus mau nikah bentar lagi." "Tau dari mana lo?" "Gue denger waktu itu, Pak Cahyo bilang ke Bu Meta kalau dia mau jemput tunangannya." "Ye emang kenapa? Masalah buat gue?" balas Jessi santai, mengabaikan informasi yang baru saja Shelly paparkan. "Gue kan cuma mau deketin Pak Cahyo demi nilai, lagian, kalau Pak Cahyo jadinya naksir gue gimana dong? Gue yakin kok tunangannya bakalan nyerahin Pak Cahyo ke gue, secara gue kan bayi gula. Di dunia ini apa yang disukain sama banyak orang? Bayi, karena bayi itu lucu, cute, imut, innocent, bau bayi tuh nagih kalo diciumin, trus gula juga disenengin karna manis, rasanya enak, legit, nagih, bisa ngasih energi, bikin perasaan seneng, nah gue kombinasi dari dua hal itu, kalau cuma Pak Cahyo, dia nggak bakakalan nolak!" kata Jessi penuh percaya diri. "Iuh dasar sableng! lo itu bayi bangkotan. Lagian, bukannya lo lagi deket sama Jeffrey anak tehnik?" "Hadeh, Jeffrey mah ke laut aja. Tu orang udah punya pacar baru sekarang, gue udah nggak sama dia. Gue sekarang demennya sama Om-Om." Shelly memutar mata. "Om-om yang lo maksud Pak Cahyo?" "Ya iyalah siapa lagi?" "Kayaknya sih Pak Cahyo orangnya lempeng, nggak gampang kegoda, coba liat aja apa dia bisa lo godain, dan nilai lo bakalan naik?" Shelly bicara pesimis. "Bisa dong ah, apa sih yang gue nggak bisa? Bikin dia mendesah-desah ketagihan mah gampang banget, keterlaluan kalau dia nggak ketagihan," sahut Jessi penuh percaya diri. "Pokoknya gue bakalan bikin Pak Cahyo nggak mau pulang, maunya digoyang, hihihi." "Mendesah, memangnya lo tukang ayam penyet pedes level dower?" "Hm...penasaran juga, coba aja gue liat, apa taktik lo berhasil ngedongkrak nilai lo yang nggak jauh-jauh dari D, E hahahaha. Pak Cahyo itu orangnya kalem alim, ga gampang digoda tau! dia itu adalah calon suami idaman dan dia bukan dosen murahan, digoda dikit kasih A, diajak clubbing bentar kasih A." "Awas aja ya, kalau gue udah jadi Nyonya dosen alias nyonya Cahyo Wardana Yoda, lo bakalan nyesel senyesel-nyeselnya karena bakalan dapat predikat mahasiswa abadi. Gue yakin Pak Cahyo itu nggak lama juga cinta mati ke gue," kata Jessi nyombong sampe eternit. "Bentar-bentar...lha kenapa jadi nyonya dosen, lo kan cuma ngedeketin Pak Cahyo buat nilai aja, nggak sampai kawin sama dia." "Gue berubah pikiran. Kayaknya gue mau sampai kawin sama dia." "Lah, edan beneran lo, dia kan udah punya tunangan." "Halah, sebelum janur kuning melengkung mah masih bisa ditikung!" Jessi berkata jumawa.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
63.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook