Menikah Dengan Lelaki Yang Meniduriku!

988 Words
MENIKAH DENGAN LELAKI YANG MENIDURIKU? "Bagaimana mungkin semalam aku kehilangan kendali dan bersamanya?" ucap Dion. "Sepertinya memang ada sesuatu yang di tambahkan dalam minuman itu, Tuanku. Aku melihat di rekaman CCTV restoran tempat Tuan Dion sebelum pergi ke hotel," sahut Rafli. "Bagaimana bisa? Apa yang di tambahkan?" sahut Dion kaget. Rafli menggelengkan kepalanya dengan lemah. Dia terlihat seperti menyesal sekali. "Maaf, Tuan. Maafkan saya, harusnya saja kemarin mendampingimu jamuan makan malam. Saya tak mengira endingnya akan seperti ini. Saya tak mempertimbangkan semuanya," ucap Rafli membungkukkan badannya. Dion terdiam, dia tak menyahut dan terus mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Nihil, dia sama sekali tak mengingat apapun, dia hanya sadar jika meniduri seorang wanita polos pagi harinya. Dion hanya menemukan kartu nama saja. Mereka pun sampai ke rumah Dion. Aruna segera di turunkan dan di bopong ke kamar tamu. Dion melihatnya dengan tatapan kasihan, tak mengira wanita kecil mungkin dengan semua memar di tubuhnya. Dion segera pergi ke kamarnya, berganti pakaian sebelum menengok wanita itu lagi. "Apakah wanita ini masih hidup dengan semua luka memarnya? Dia tidak apa-apa kan?" tanya Dion melirik ke arah Aruna. "Aku sudah turun tangan, mana mungkin terjadi sesuatu dengannya. Tapi tendangannya lumayan keras, biadab memang ayahnya. Aku dengar dia di siksa keluarganya sendiri ya?" sahut Dirly. "Ya, sepertinya Rafli mengatakan demikian," ucap Dion. "Syukurlah kita tak terlambat datang dan menolongnya. Aku rasa dia akan baik-baik saja setelah beristirahat beberapa hari," jelas Hendra. Dia adalah dokter sekaligus pengusaha dan keponakan Dion bernama Dirly yang tiba-tiba masuk dari belakang. "Tapi kamu sungguh sudah mencobanya?" tanyanya lagi memastikan. "Ck! Aku melakukannya karena tak sadar. Aku berada di bawah pengaruh alkohol semalam," sahutnya. "Wahhh! Kau bena-benar tega. Anak kecil ini, apa kau yakin bahwa tak menyiksanya semalam?" ledek Dirly. "Kau pikir aku menderita penyimpangan seksual!" seloroh Dion. Dion berjalan ke arah Aruna, dia membaca map putih yang di berikan oleh Dirly. Kemudian tersenyum penuh arti. Dia melihat sekelabatan data yang sudah di temukan oleh Rafli serta berkas kesehatan yang di berikan Dirly. "Pas! Dia yang ku mau. Kita tak usah mencari lagi," batin Dion. "Aku masih tak menyangka jika selera seorang Dion HAdinat Wijaya seperti ini. Bayangkan dari wanita sekelas Gabriella, masak iya ke anak kecil. ya cantik sih, namun bukankah termasuk terlalu muda," ledek Dirly. "Cihhh kau tahu apa," kata Dion pergi meninggalkan Aruna, dia duduk bersama Dirly. Aruna masih tertidur keadaannya lemah, dia sudah mendapatkan infus sebagai pertolongan pertama. Di bahu dan beberapa tubuh bagian lainnya masih lebam karena tendangan Tuan Agung. Tiba-tiba mata Agung tertuju pada bahu sisi kanan, terdapat tato kecil berbentuk bunga mawar yang unik. Wanita itu bukan menggunakan mawar namun warna hitam. "Apakah kau melihatnya?" tanya Dirly. "Ya aku melihatnya, seleranya lumayan bagus juga ternyata. Tato di bahu itu kan? Mawar Hitam. Aku tak mengira gadis kecil ini memiliki kepribadian yang cukup menarik," jawab Dion. Tiba-tiba saat percakapan itu terjadi Aruna bangun. Dia mengerjapkan mata heran dengan ruangan yang tak pernah dia tahu. Dia melihat ke sekeliling, ruangan mewah namun terasa asing sekali bagi Aruna. "Aku di mana? Dimana ini?" tanya Aruna bergumam. "Kamu sudah bangun? Apa kau baik-baik saja? Apa yang kau rasakan?" tanya Dirly. "Kalian yang menolongku ya?" sahut Aruna melihat ke arah tiga lelaki. Sebenarnya semlaam diantara sadar dan tidak, dia sedang merasakan seorang malaikat sedang bersamanya. Dia membebaskan dari jeratan keluarga Agung, ternyata ketika dia bangun itu bukanlah mimpi. Semua nyata, dia berharap semua lelaki yang ada di sekelilingnya adalah orang baik. "Apa yang kau rasakan? Kau terlalu lama pingsan. Apa kau tak lelah? Apa yang kau mimpikan sampai tak bangun-bangun?" tanya Dirly menghampiri pasiennya itu. Dia memeriksanya sebentar, "Aku akan memeriksamu sekali lagi ya," ucap Dirly. "Terima kasih," kata Aruna dengan wajah yang memerah. "Tidak perlu, itu semua sudah seharusnya aku lakukan," kata Dirly. "Semua baik-baik saja, aku akan memberikan resep obat dan vitamin untukmu," ucap Dirly lagi. Aruna pun menganggukkan kepalanya. Dion segera menghampiri Aruna setelah Dirly menyelesaikan pemeriksaan. Dia mengulurkan berkas kepada Aruna. "Baca ini," perintahnya. "Apa ini? Surat permohonan pernikahan?" tanya Aruna yang membaca dengan kebingungan. "Ya, kita akan menikah. Bagaimana? JAdi kau tak perlu berterimakasih aku sudah melakukan semua ini. Karena membantu istri sendiri itu sudah suatu keharusan dan kau akan menjadi istriku," jawab Dion. "Hah? Apa? Aku menjadi istrimu? Bagaimana mungkin? Kita tak saling kenal. Bagaimana bisa menikah," sanggah Aruna. "Kenapa? Apa kau tak mau atau kau mau kembali di rumah j*****m itu? Apakah kau ingin menikah dengan lelaki tua bangka dan menjadi istri konglomerat yang menyedihkan itu? Kalau kau memang mau, maka aku akan mengembalikan mu sekarang! Kau bisa menikah dengannya lalu hidup mengerikan," ancam Dion. Mendengar ucapan lelaki di hadapannya langsung membuat Aruna terdiam sesaat. Dia mengamati wajah lelaki yang mengajaknya menikah ini. Sepertinya dia pernah melihat lelaki itu. Wajahnya tak asing namun lupa di mana. Kemudian tiba-tiba sekelebat bayangan lelaki yang menggagahinya semalam terbayang di mata Aruna. "Tunggu!" pekik Aruna. "Bukankah kau yang memperkosaku semalam?" ucap Aruna sambil menunjuk muka Dion. "Turunkan tanganmu!" bentak Dion, seketika Aruna yang menggebu-gebu tadi langsung menciut nyalinya. Lelaki itu nampak dingin dan menakutkan. "Ya! Itu kesalahan semalam saja. Anggaplah salam perkenalan sebelum kita menikah. TOh sebagai bentuk tanggung jawabku padamu aku ingin menikahimu. Bagaimana?" jawab Dion dengan santai. "Hah?" sahut Aruna syok dengan entengnya jawaban lelaki di hadapannya. "Bukankah itu tawaran yang pas. Sekarang piihan ada di tanganmu. Kau pilih mana? Menjadi istriku dan lahirkan seorang anak dengan begitu aku akan membantumu melakukan semua yang aku inginkan. APAPUN KEINGINANMU, atau menikah dengan pria tua bangka dan hidup menderita?" tanya Justin. Mendengar ucapan itu, Aruna langsung terdiam. Dia bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya jika menyetujuinya maka dia akan menikah dengan lelaki yang baru ditemuinya tapi jika dia tidak setuju maka harus kembali ke rumah. Dia akan melihat ibu dan ayah angkatnya yang memperlakukannya dengan sangat kasar, melihat Revan orang yang dicintainya tiba-tiba ingin menikah dengan kakaknya dan melihat eyangnya yang juga bermulut saja menyakitinya. AKANKAH ARUNA BERSEDIA MENIKAH DENGAN LELAKI YANG MENIDURINYA? BERSAMBUNG
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD