MENJADI ISTRI DADAKAN!
Melihat Aruna yang masih terdiam membuat Dion menghela nafas panjang. Dia tak suka waktunya di buang secara percuma. Dia pun langsung memanggil asistennya.
"Rafli jelaskan semuanya," perintah Dion.
"Baik, Tuan," sahutnya.
"Nyonya Aruna Pramesti Tjahyadi. Berkas yang ada di tanganmu itu adalah semua berkas berisi tentang data diri lelaki yang akan di jodohkan denganmu. Di tabel ini adalah nama lengkap serta daftar kekayaan pria berusia tujuh puluh tahun yang akan dinikahkan denganmu. Keluarga mu ingin menukarkanmu dengan sepersepuluh dari kekayaannya ini. Kau akan menderita dan tak mendapatkan uang sepeserpun dari mereka," jelas Rafli.
"Tapi hal yang berbeda mungkin bisa kau ambil dengan langkah kalau kau mau menikah dengan Tuan Dion maka kau dapat segalanya. Tuan Dion hanya butuh istri dan keturunan. Kebetulan kau beruntung untuk posisi itu. Bagaimana? Kau mau? Bukankah ini tawaran yang menarik, Nyonya?" tanya Rafli.
"Aruna, bukankah kamu ingin membalas dendam? Bukankah ini akan bermanfaat untukmu?" imbuh Dion.
Aruna masih terdiam tak bergeming, dia bingung bagaimana bisa lelaki di hadapannya ini tahu semua. Bahkan hal yang tak di ketahuinya, namun bolehkan menikah dengan cara seperti ini. Dia tak mengenal siapa lelaki yang ada di hadapannya kecuali lelaki itu lah yang telah merenggut kesuciannya. Lalu mereka tiba-tiba menikah dengan imbalan yang begitu besar.
"Apakah dia benar-benar serius? Bukankah ini terlalu mudah untuk mendapatkan semuanya?" batin Aruna.
"Sepertinya kau belum yakin dengan semua ini, Nona Aruna. Baik, disini saya akan menjelaskan beberapa fakta betapa jahatnya keluargamu, Nyonya. Menurut rekaman CCTV hotel malam itu kau di buat hilang kesadaran oleh Kakak perempuanmu, rencananya kau akan di jual senilai tujuh puluh juta untuk harga keperawananmu pada temannya. Sayang sekali sepertinya nasib baik berlaku padamu. Tuhan mengirim Tuan Dion untuk salah kamar dan membuat lelaki itu tak jadi masuk," jelas Dion.
"Hah? Apa? Kak Arumi? Benarkah dia berlaku demikian?" gumam Aruna dengan nada bergetar menahan sakit hatinya, dia tak mengira kakaknya berbuat sejahat itu. Padahal di awal dia menyangka itu hanya praduganya saja, dia tak mengira fakta di lapangannya akan berkata demikian juga.
"Tidak hanya itu. Apa kamu tidak merasa curiga Kematian Ibu kandungmu itu ada hubungannya semua dengan keluarga Agung? Ya, keluarga yang memungutmu. Kau bisa tahu semua jika menikah denganku, tak hanya itu bahkan kau bisa membalaskan dendam. Bukankah ini tawaran yang menarik?" lanjut Dion.
Perkataan Dion itu langsung membuat Aruna kaget untuk kedua kalinya. Dia tak syok dan tak menyangka jika semua ini berhubungan dengan keluarga yang selama ini dianggap orang tua kandungnya. Sangat kejam dunia ini berlaku padanya, Ibunya di bunuh, kehadirannya dianggap sebagai aset untuk menukar uang.
"Apa semua perkataanmu ini dapat dipercaya, Tuan?" tanya Aruna.
"Terserah kau tak mau percaya atau tidak. Semua ada buktinya. Bahkan kau bisa melihat dan mengeceknya sendiri," sahut Dion.
"Ayahmu adalah orang gila harta, aku bisa mendapatkan semua informasi tentangnya hanya dengan iming-iming pekerjaan di perusahaanku! Jadi renungkan saja. Jika salah langkah maka kau akan menyesal selamanya," sambungnya. Lagi, Aruna hanya diam.
"Aku hitung sampai tiga ya. Aku butuh jawabannya! Aku tak akan mengulang tawaran untuk ke dua kalinya," tegas Dion.
"Satu... dua..."
"Baik aku mau," kata Aruna langsung menganggukkan kepalanya.
"Bagus, aku tak suka wanita yang berbelit-belit. Tanda tangan ini semua, dengan begitu aku akan memberitahumu semuanya dan juga membantumu melakukan semua yang kamu inginkan," jelas Dion.
"Tapi bolehkah aku bertanya sebelumnya?" sahut Aruna.
"Apa?"
"Kenapa kamu melakukannya? Kau hanya butuh seorang istri dan melahirkan anak kan? Kenapa harus aku orangnya? Apa yang bisa kamu dapatkan dariku? Apa keuntunganmu menikahiku?" tanya Aruna yang juga curiga meski terlambat.
Dari tadi dia diam saja mencerna semua yang terjadi namun dia mulai paham sekarang. Lelaki di hadapannya ini ingin memberikan semua hal yang dia inginkan dan tentu orang memberi itu tidak ada yang gratis. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan.
"Hahaha pertanyaan bagus meski pun kau telat mengatakannya," ledek Dion.
Dia mendekatkan dirinya kepada Aruna, kemudian tangannya mencengkram dagunya dengan lembut. Mereka saling bertatapan dengan jarak dekat. Wajah Aruna langsung bersemu merah. Deru wangi nafas Dion bisa dia rasankan.
"Menurutmu apa yang ada di dalam dirimu yang layak aku dapatkan?" tanya Dion. Aruna terdiam dan menggelengkan kepalanya, hal itu membuat Dion langsung menatap Aruna dalam diam.
"Karena aku butuh rahimmu! Lahirkanlah anak untukku! INGATLAH patuhi semua keinginanku maka aku tidak akan mencelakaimu, aku akan membantumu melancarkan semua balas dendamu. Bagaimana? Kau mengerti kan?" ujar Dion.
"Kenapa? Apa kau masih perlu waktu untuk berpikir? Apa kau mau membatalkannya?" tanya Dion.
"Tuhan, apa ini berkah? Atau musibah? Siapa dia? Kenapa orang asing ini tiba-tiba mencariku dan ingin memberikan sesuatu yang menggiurkan? Memang mencurigakan sekali, tapi semua yang dia katakan mengenai ibuku, latar belakangku, membuatku penasaran siapa aku sebenarnya. Mengapa aku menjadi putri yang terbuang?" monolog Aruna.
"Tak ada pilihan lain," batin Aruna dalam hati.
"Baiklah aku setuju," tegas Aruna.
"Bagus!" sahut Dion sambil menjentikkan jarinya.
"Itu adalah keputusan yang tepat. Ini baru namanya Aruna! Kalau begitu bagaimana kita harus memulainya? Kamu ingin membalas dendam kepada mereka kan? Balas dendam seperti apa yang kau inginkan? Kau ingin aku melakukan apa? Selama kau patuh padaku maka aku akan melakukannya juga padamu," ucap Aruna.
Aruna langsung diam, dia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Jangankan balas dendam dia saja jika boleh jujur masih bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Dalam waktu sekejap dia bagaikan mendpaat kejutan dalam hidupnya, dia mendapati kenyataan sebagai putri terbuang. Dan sekarang ingin membalas dendam, menurutnya ini sedikit keterlaluan.
"Balas dendam putri yang terbuang," batin Aruna lagi, melihat wanita di hadapannya melamun Dion tahu wanita yang di hadapannya ini sangat polos sekali, dia segera menawarkan beberapa pilihan.
"Ah sepertinya kau diam karena bingung. Aku akan menawarkan padamu, membuat keluarga besar Tjahyadi bangkrut? Membuat kakakmu juga tidur dengan laki-laki asing atau membuat mereka semua mati?" tawar Dion.
"Astaga! Ucapan mu itu langsung membuatku merinding, Tuan. Mengapa sampai mati semua?" kata Aruna bergidik ngeri.
Dia sangat syok, bahkan gemetar tubuhnya sekarang. Lelaki tampan itu bisa berubah menjadi iblis yang sangat jahat di mata Aruna padahal tampilannya sangat tampan dan elegan. Dia seakan memiliki dua sisi malaikat dan setan dalam satu jiwanya.
"Apa yang dia katakan? Apakah dia seorang manusia? Mengapa bisa dengan entengnya mengatakan itu? Semua sungguh mengerikan. Apakah aku akan menikah dengan pria seperti dia?"
AKANKAH ARUNA MELANJUTKAN PERNIKAHAN PENUH RESIKO INI?
BERSAMBUNG