Bab 45 - Kebahagiaan Yang Tertunda

1689 Words

3 Minggu kemudian, “Hoeekk ... hoekk ....” Jay sontak membuka matanya ketika mendengar suara bising orang muntah dari arah kamar mandi. Ia pun mengalihkan pandangannya ke sebelahnya dan tak mendapati istrinya di sana. “Asa,” Ia sontak bangkit dari tidurnya lalu segera melangkah menuju kamar mandi yang tertutup tersebut. “Hoeekk ... Hoekkk ....” Tok tok tok... “Sa! Sa, kamu kenapa? Kamu baik-baik saja 'kan?” Jay mengedor-gedor pintu tersebut dengan keras seraya berseru memanggil-manggil istrinya. Hingga sekian menit kemudian, pintu di hadapan Jay terbuka dan memperlihatkan istrinya dengan wajah pucatnya dengan tangannya yang menyentuh dahinya yang terasa berdenyut. “Sa, kamu baik-baik saja 'kan?” tanya Jay dengan kedua tangannya yang diletakkan di bahu Asa. “Kepalaku sakit banget Om.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD