Ternyata

1415 Words
Beberapa hari ini Gilang tidak pulang ke rumah dan masih belum berbaikan dengan Selvi. Saat ini Gilang sedang berada di apartemennya saat masih bujangan. Gilang hari ini berencana akan pulang dan menyelesaikan masalahnya dengan Selvi. Gilang saat ini sudah berada di depan rumahnya bersama Selvi. Mobil Gilang di parkirkan di depan gerbang karena Gilang melihat mobil mertuanya di dalam carport. Saat akan masuk ke dalam rumah, didepan pintu yang sedikit terbuka Gilang mendengar perbincangan antara anak dan ibu tersebut. "Kamu gila ya Sel mengusulkan Gilang nikah lagi." Mama Selvi memarahi Selvi. "Mah mamah kan tahu yang diinginkan keluarga Gilang anak sedangkan aku engga bisa ngasih anak buat Gilang mah." Selvi juga pusing dimarahi oleh sang mama. "Sel coba dong fikir kalau Gilang nikah lagi dan punya anak semua harta dia akan jatuh ke tangan anak dan istri mudanya." Mama Selvi mencoba mengingatkan Selvi akan hal itu. Gilang yang tadinya ingin masuk ke dalam rumah mengurungkan niatnya saat mendengar perbincangan ibu dan anak tersebut, tetapi saat mendengar perbincangannya Gilang sangat terkejut. "Mah mamah yang dipikirkan jangan cuma harta - harta dong mah, apa selama ini belum cukup Gilang ngasih ini itu seperti kemauan mamah." Selvi kini mulai meninggikan suaranya saat berdebat dnegan mamahnya. "Sel kamu ingat ya, kamu menikah dengan Gilang bukan karena 100% cinta, kamu menikah dengan Gilang karena juga ingin hidup layak tanpa susah payah bekerja." Mama Selvi mengingatkan kembali Gadis. "Mah.." Gadis mulai memperingatkan sang mamah agar tidak berbicara yang aneh - aneh. "Jangan kamu bohongi mamah, kamu masih sering bertemu Andre kan Selvi." Mama Selvi mengatakan yang sebenarnya. "Mah sudah ya aku capek mau istirahat." Gadis mulai beranjak menuju kamarnya. Gilang tidak bisa berdiri dengan benar, kakinya mulai lemas saat mendengar ucapan sang mama mertua. Wanita yang dicintainya sejak dulu ternyata membohonginya dan Andre apakah Selvi dan Andre pernah menjalin hubungan. Ya Gilang mengenal Selvi sebagai sahabat Andre. Gilang yang mendengar itu semua terpancing emosinya. Gilang meninggalkan rumah tersebut dan akan pergi menemui Andre. **** Kamar Selvi Kini Selvi menidurkan tubuhnya yang lelah karena beberapa hari ini banyak yang menyita pikirannya sehingga dia tidak nafsu makan. Apalagi kedatangan sang mama yang hanya memarahinya setelah dia mengungapkan keinginannya. Cklekkkkk... Suara pintu kamar Selvi terbuka dan sang mama yang muncul dari balik pintu. "Selvi ingat kata - kata mama jangan sampai salah melangkah pikirkan semuanya kedepannya. Mama mau pulang dulu. " Pamit mama Selvi kemudian mencium sang anak. "Hmmmm hati - hati mah." Ucap Selvi yang tak berniat nanti ada debat lagi apabila Selvi menjawab. **** Saat ini Gilang sudah berada di kantor Andre, Gilang langsung masuk menuju lantai ruangan Andre. Sampai lantai ruangan Andre Gilang disapa sang sekretaris Andre tetapi Gilang tidak memperdulikannya. Gilang langsung masuk ruangan Andre dan melihat Andre sedang bercengkrama dengan seorang wanita saat makan siang, tanpa sapaan Gilang mendekati Andre dan memukul Andre. Bugh.. Bugh.. Bugh.. Andre yang mendapat pukulan dari Gilang secara mendadak kalah, Andre hanya diam kemudian sang wanita yang diketahui bernama Stella mendorong Gilang dan membantu Andre berdiri. "Heyyy Lang sabar dong, semuanya bisa dibicarakan. Calm down dude." Stella berbicara kepada Gilang. "Ada apa sih lo Lang tiba - tiba datang - datang pukul gue." Andre masih mengatur napas. "Lo ada hubungan apa dengan Selvi Ndre?" Tanya Gilang kepada Andre. "Hubungan apa sih gue sama Selvi sahabatan." Jelas Andre kepada Gilang, karena Andre dan Selvi sekarang hanya sahabatan. "Jangan bohongin gue, gue denger dari mertua gue." Jelas Gilang tanpa Gilang menjelaskan dengan rinci tetapi Andre sudah tahu. "Okeoke gue akan ceritakan ke lo tapi lo harus atur emosi lo, biar bisa menangkap apa yang gue ceritain nanti." Andre akan menjelaskan kepada Gilang hubungannya dengan Selvi. "Stell bisa lo buatkan minum buat kita." Andre meminta bantuan kepada Stella dan Stella pergi dari ruangan tersebut. "Gue harap lo dapat menerima semua apa yang gue ceritakan karena gue akan bercerita sejujurnya ke lo. Jangan memotong ucapan gue dan jangan tersulut emosi" Ucap Andre memperingatkan Gilang "Gue sama Selvi bersahabat sejak Sma Lang, saat itu gue dan Selvi pure sahabatan gue belum ada rasa sama Selvi. Ditengah persahabatan kita tiba - tiba lo datang Lang dan Selvi tertarik kepada lo gue bisa apa Lang saat Selvi dengan wajah yang ceria menceritakan tentang lo. Tiba saat kita kuliah perasaan gue ke Selvi bertambah dalam Lang tetapi kalian sudah bertunangan gue mencoba melupakan Slevi tapi nihil Lang hasilnya gue tetap masih cinta dia. Kalian menikah gue mencoba baik - baik saja sampai saat Selvi minta gue untuk bertemu dan bercerita bahwa dia didesak oleh keluarga kita tentang anak, Selvi merasa semua terlalu menekan dia disitu gue menawarkan sebuah penawaran agar dia berpisah dnegan lo dan mencoba dengan gue tetapi Selvi menolak Lang entah alasannya apa, beberapa kali gue tawarin dia tawaran seperti itu dia menolak sampai akhirnya gue sadar gue salah. Disaat itu juga gur bilang ke Selvi bahwa dia harus sabar dan jangan mencari gue saat dia sedang tertekan, hal itu gue lakukan agar Selvi tidak menganggu gue yang sedang berusaha untuk menerima wanita lain dihidup gue Lang." Andre menghela napas setelah menceritakan semuanya kepada Gilang, Andre merasa lega sekarang. Andre yang melihat Gilang hanya diam, dia bingung harus bilang apalagi ke Gilang. Andre juga menyesali semua ini tetapi hal ini merupakan masa lalu yang sudah dikubur oleh Andre saat ini. "Apa Selvi tidak mencintai gue 100%?" Tanya Gilang kepada Andre. "Kenapa lo bilang gitu Lang, gue engga tahu tentnag itu tetapi saat gue tanya apakah dia cinta lo dia hanya jawab dia sayang lo." Andre berkata sejujurnya. Gilang yang mendengar itu hanya tertawa masam ternyata rasa cintanya untuk Selvi hanya dijadikan mainan. "Gue denger tadi mertua gue ngomong sama Selvi bahwa Selvi nikah sama gue engga 100% cinta dia hanya mau hidupnya tidak susah." Jelas Gilang kepada Andre tentang apa yang ia dengar tadi. "Gila tante Rosa berarti dia mendukung apa yang Selvi lakuin Lang." Andre yang mendengar itu tidak habis pikir. **** Kini Gilang pulang ke rumah dan Selvi menyambutnya. Gilang berlalu menuju kamarnya sampai di kamar Gilang mandi dan akan berbicara kepada Selvi. "Hay hon kamu udah mandi aku udah buatin kamu makanan loh. " Slevi mengajak Gilang berbicara. "Engga usah aku tadi sudah makan di rumah mama. Ada yang mau aku omongin sama kamu." Gilang mengajak Selvi duduk di sofa yang ada di ruangannya. "Ada apa? Kamu engga akan minta cerai kan?" Entah kenapa pertanyaan seperti itu yang keluar dari mulut Selvi. "Aku akan menerima permintaan kamu dan keluarga aku tentang aku yang akan menikahi Sandra. Aku sudah berbicara kepada mama dan Sandra tentang hal ini dan mereka semua setuju." Jelas Gilang tanpa kasihan kepada Selvi. Setelah menemui Andre, Gilang menemui Sandra dan mengajak Sandra bertemu dengan sang mama dan neneknya. Awalnya Sandra menolak tetapi Gilang menawarkan akan mencoba mencintai Sandra, mendengar hal itu Sandra menyetujui karena saat ini Sandra hanya hidup sendiri. Rasa cinta Gilang ke Selvi masih ada tetapi tidak sebesar dulu karena tertutupi oleh rasa kecewa Gilang. Mendengar hal itu tentu Selvi terkejut bukan main, dia tadinya akan membatalkan permintaan tersebut tetapi ternyata Gilang sudah bergerak terlebih dahulu. Kini Selvi mau tidka mau harus mengikhlaskan dirinya di madu. "Ahh akhirnya kamu menerimanya hon. Aku akan membantu proses pernikahan kalian." Ucap Selvi dengan nada kecewa. "Baiklah. Aku ingin tidur terlebih dahulu." Selvi masih duduk di sofa dia merenungkan semuanya. Bagaimana perlakuan Gilang kepadanya setelah menikahi Sandra. Apakah Gilang akan terus mencintainya. Selvi takut bahwa lambat laun Gilang akan meninggalkannya dan memilih bersama Sandra serta anaknya. Selvi kini hanya bisa menghela nafas.... **** Sandra kini susah tidur setelah apa yang dikatakan Gilang kepadanya. Gilang tadi mengajaknya bertemu orangtua Gilang dan sang nenek. Gilang menyetujui pernikahan antara keduanya dan Gilang menawarkan tentang cinta. Sandra yang mendengar kata cinta tentu sangat bahagia karena selama ini Sandra sudah tidak merasakan cinta karena tinggal sendiri. Pernikahan keduanya akan dilaksanakan beberapa minggu lagi. "Jadi lo terima San?" Tanya Nana kepada Sandra. "Iya Na, aku cuma berharap adanya cinta doang diantara kita nanti walaupun gue ragu bahwa gue menyakiti kak Selvi." Jelas Sandra dengan sedih. Nana yang mendengar itu kemudian memeluk Sandra dan memberinya kekuatan. "Apapun itu aku akan mendukungmu dan selalu ada untuk kamu San dan kamu ingat ya ini semua bukan kemauan kamu tapi kemauan mereka dan aku yakin nanti kamu akan mendapatkan cinta dari mereka semua." Nana berucao secara tulus. "Terima kasih ya Nana selalu ada buat aku." Sandra memeluk Nana. Malam ini mereka bercanda gurau sebelum Nana sulit bertemu Sandra. Tetapi di sela guraunya Sandra memikirkan bagaimana besok dia bial bertemu dengan Gilang. Ahh Sandra pusing membayangkannya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD