MASIH BULAN MADU

1440 Words
Warning!! Part penuh keuwuan dan 18+ Suasana subuh pagi ini sangat menyejukkan bagi kedua insan yang tengah tidur saling memeluk satu sama lain. Alarm adzan subuh membangunkan Sandra, Sandra membuka mata dan pertama kali ia lihat adalah d**a sang suami. Sandra yang mengingat kejadian semalam tentu saja malu hingga membuat pipinya merona. Sandra kemudian langsung bergegas untuk mandi wajib. "Akhhhh." Rintih Sandra ketika akan berjalan, Sandra merasakan perih dan sakit diarea bawahnya. "Kenapa yang masih sakit?" Tanya Gilang yang kini beranjak mendekati Sandra, Gilang kini telah memakai boxer. "Iya mas." Lirih Sandra. Gilang yang melihat itu merasa kasihan dan bersalah ke Sandra karena semalam ia lepas kendali. Gilang kemudian menggendong bridal style Sandra menuju kamar mandi. "Bisakan mandi sendiri takutnya kalau aku gabung kita telat subuh." Goda Gilang. "Hushh hushh sana mas." Usir Sandra yang terlihat lucu bagi Gilang. Cup... "Morning kiss yang." Ucap Gilang. Gilang mencuri ciuman di bibir Sandra. Kemudian Gilang berlari keluar kamar mandi sebelum Sandra marah. "Mas Gilangggg!!!" Teriak Sandra kepada Gilang. **** Gilang, Sandra dan Aldo kini sedang sarapan yang telah disediakan di pinishi tersebut. Sandra pagi ini ingin sarapan dengan roti bakar dan s**u hangat. "Hay Sandra gue Aldo, kemarin kita belum sempat ngobrol dan berkenalan." Sapa Aldo kepada Sandra. "Hay kak Aldo, aku Sandra salam kenal kak." Sandra memperkenalkan diri. "Kalian kenal dimana sih?" Tanya Aldo penasaran. "Aku sebagai sekretaris mas Gilang kak." Ucap Sandra. "Wawww pantes Gilang kesemsem tiap hari ketemu ya San. Btw lo itu tipe ideal Gilang banget San?" Ucap Aldo memberitahu tipe Gilang kepada Sandra. "Hmmm benarkah?" Kini Sandra penasaran dengan jawaban dari Aldo. "Iya sayang ketika pertama kali lihat kamu, kamu udah mencuri perhatianku tetapi waktu itu kan aku juga masih sama Selvi." Ucap Gilang memberikan jawaban ke Sandra. "Makasih mas." Ucap Sandra yang merasa tersanjung dengan jawaban Gilang. Cupp.... Gilang mencium pipi Sandra didepan Aldo. Sandra tentu saja malu tetapi ia hanya membalas senyuman saja kepada Gilang dan melanjutkan makan. "Duhhh engga kuat gue didepan pengantin baru." Goda Aldo. "Sana cepat nikah, keburu Rula diambil orang." Ucap Gilang kepada Aldo. "Enak aja. Kegiatan kalian hari ini apa?" Tanya Aldo kepada kedua pengantin. "Aku ingin diving si, tapi engga tahu nih istri gue pengen apa. Nanti deh kita pikirin." Ucap Gilang, Gilang memikirkan kondisi Sandra setelah kejadian semalam ia takut Sandra kecapean. **** Dering ponsel Sandra terdengar daritadi tetapi sang pemilik sednag berada di kamar mandi. Gilang yang baru saja masuk ke kamar mereka melihat nama yang tertera di layar ponsel Sandra kemudian mengangkatnya. "Halo Na." "Oh halo kak, Sandranya dimana kak?" "Lagi di kamar mandi Na." "Oh yasudah deh, nanti aku telpon lagi aja kak. Have fun ya kalian." Sambungan telepon terputus, disaat Sandra keluar dari kamar mandi. Sandra yang melihat Gilang memegang ponselnya kemudian mendekat. "Apa ada yang telepon mas?" Tanya Sandra saat Gilang menyerahkan ponselnya. "He'em tadi Nana telepon tapi kamu di kamar mandi." Ucap Gilang. Gilang kemudian menarik Sandra hingga Sandra berada dipelukannya. Gilang memeluk erat Sandra kemudian membenamkan wajahnya di leher Sandra. Sandra yang merasakan pelukan Gilang kemudian membalas balik pelukan tersebut. Sandra merasakan tangan Gilang bermain di punggungnya. "Masss." Panggil Sandra dengan suara rendahnya. "Sayang aku mau lagi." Ucap Gilang berbisik di telinga Sandra. Sandra yang melihat raut wajah Gilang kemudian mengangguk setuju. Setelah melihat anggukan Sandra Gilang lalu membawa Sandra ke ranjang dan kejadian panas tadi malam terulang kembali di siang hari. Entahlah kenapa Gilang begitu b*******h saat dengan Sandra berbeda saat dengan Selvi. Saat dengan Selvi Gilang dapat menahan tapi ketika dengan Sandra ia kelepasan terus. **** Bunyi dering telepon kini berasal dari ponsel Gilang. Sejoli tersebut tetap tidak terganggu dengan bunyi dering ponsel. Hingga panggilan ketiga Gilang sadar akan suara dering ponselnya, Gilang kemudian mengangkat tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya. "Haloo.. " "Hayy Hon, lagi apa?" "Ahhh Hon lagi tidur tadi, ada apa?" Saat ini Gilang belum 100% sadar dari tidurnya, Gilang mengangkat panggilan dengan mata. "Kenapa? Kamu tanya kenapa? Kamu dati kemarin hanya mengabariku bahwa kamu sampai sana dan sampai sekarang kamu belum kasih kabar lagi." "Aaaa maaf hon, aku semalem benar - benar capek." "Siapa mas?" Tanya Sandra saat dirinya mendengar suara Gilang. Sandra tadi sudah terbangun tetapi dia mencari posisi nyaman dipelukan Gilang dan kembali tidur. "Sssss tidur lagi sayang." Ucap Gilang menidurkan Sandra kembali. Selvi yang mendengar Gilang memanggil Sandra dengan sebutan sayang dengan mesra tentu cemburu. Selvi berfikir sejauh manakah hubungan mereka saat ini sehingga terdengar sudah akrab. "Halo Sel, sudah dulu ya nanti aku kabari lagi." Gilang belum mendengar jawaban Selvi tetapi dia sudah memutuskan pangggilan dan ikut bergabung dengan Sandra menuju alam mimpi. **** Jakarta Di rumah sang mama mertua kini Selvi gelisah karena dari kemarin Gilang belum memberinya kabar. Selvi sudah menahan diri untuk tidak menghubungi Gilang tetapi kali ini gagal, Selvi sudah tak sabar mendengar keadaan Gilang dan Sandra. Selvi mencoba memanggil ke ponsel Gilang tetapi tak diangkat, panggilan kedua juga tak diangkat hingga panggilan ketiga baru terdengar suara Gilang yang membuat Selvi lega. "Haloo.. " "Hayy Hon, lagi apa?" "Ahhh Hon lagi tidur tadi, ada apa?" "Kenapa? Kamu tanya kenapa? Kamu dari kemarin hanya mengabariku bahwa kamu sampai sana dan sampai sekarang kamu belum kasih kabar lagi." "Aaaa maaf hon, aku semalem benar - benar capek." "Siapa mas?" "Sssss tidur lagi sayang." Selvi yang mendengar Gilang memanggil Sandra dengan sebutan sayang dengan mesra tentu cemburu dan merasa marah tetapi Selvi ingat bahwa Sandra kini menjadi madunya. "Halo Sel, sudah dulu ya nanti aku kabari lagi." "Hon.... " Selvi baru akan menjawab ucapan Gilang tetapi sudah diputus oleh Gilang. Selvi hanya menghela nafas harusnya sadar bahwa Gilang saat ini sedang pergi berbulan madu dengan istri keduanya. "Sini nak makan." Ajak nenek kepada Selvi saat baru sampai meja makan. Selvi tentu senang karena sang nenek kembali ramah kepadanya Selvi bersyukur akan hal itu. Selvi merasa bahwa ia mendapatkan kembali perhatian dari keluarga Gilang tetapi ia kehilangan perhatian Gilang. " Gimana Sel cafe kamu lancar?" Tanya sang papa mertua. "Alhamdulilkah lancar pa, aku juga lagi mencari tempat untuk buka cabang." Cerita Selvi kepada papa Putera. "Kita telepone Sandra sama Gilang ya?" Ucap mama Andini. "Mereka mungkin lagi pergi ma." Tegur papa Putera mengingatkan sang isteri. "Udah coba dulu aja Dini, mama juga kangen sama Sandra." Ucap sang mama membela sang menantu. Mama Andini kini mencoba menelepone ke ponsel Sandra. Suara panggilan berdering. Drrtttt..... Drrtttt..... Drrtttt..... Telepone diangkat dan suara diseberang telepone menyahut. "Assalamu'alaikum ma." Wa'alaikumussalam sayang, lagi apa kamu nak?" "Hmmm kita habis tidur siang ma." "Mama ganggu aku sama Sandra tahu ma, kkta lagi bikin cucu buat mama." "Massssss." "Massss, sudah dong lihat nih tandanya udah banyak banget." "Biar kamu engga pake bikini sialan itu, akan aku buat tanda yang banyak." "Awas ah mas aku mau ngobrol sama mama." "Engga, paling mama udah matiin teleponenya. Yuk ulangi sekali lagi buat yang tadi malam sama siang tadi." "Mas sana mass ihhh awas mas, ahhhhh." Mendengar desahan sang menantu mama Andini buru - buru mematikan panggilannya. Semua yang ada di meja masih shock mendengar perbincangan keduanya. "Cucuku ganas juga ya." Canda sang nenek kemudian melanjutkan makan. **** Pov Sandra Gilang Sandra sudah terbangun ia mulai menetralkan penglihatannya. Saat ini Sandra sedang melihat indahnya ciptaan sang kuasa pada wajah tampang sang suami. Sandra mulai menyentuh kening, mata, hidung, pipi dan kemudian yang terakhir bibir Gilang. Cupppp.... Cuppp.... Gilang mengecup kening dan bibir Sandra, sebenarnya Gilang sudah bangun sedari tadi. Sandra kini juga membalas kecupan tersebut di pipi dan bibir Gilang, Sandra mencoba untuk tidak canggung lagi kepada Gilang. "Awas mas aku mau mandi." Ucap Sandra mulai menyingkirkan tangan Gilang yang ada di pinggangnya. "Bersama." Ucap Gilang menggoda. "Massss." Sandra memukul lengan Gilang. Sandra mendengar suara panggilan dari ponselnya. "Awas mas aku mau angkat panggilan dari mama." Ucap Sandra yang mulai mengangkat panggilan dari mertuanya, tetapi Gilang tetap tidak melepaskan Sandra dari pelukannya. "Assalamu'alaikum ma." Wa'alaikumussalam sayang, lagi apa kamu nak?" "Hmmm kita habis tidur siang ma." "Mama ganggu aku sama Sandra tahu ma, kita lagi bikin cucu buat mama." Gilang yang mendengar itu tentu menjahili Sandra dengan mengatakan hal tersebut. "Massssss." Omel Sandra "Massss, sudah dong lihat nih tandanya udah banyak banget." Ucap Sandra mencegah Gilang saat Gilang mulai bermain di lehernya dan bahunya. "Biar kamu engga pake bikini sialan itu, akan aku buat tanda yang banyak." Ucap Gilang karena tadi Sandra sempat bilang ingin berjemur menggunakan bikini. "Awas ah mas aku mau ngobrol sama mama." Ucap Sandra dengan menjauhkan Gilang dari tubuhnya "Engga, paling mama udah matiin teleponenya. Yuk ulangi sekali lagi buat yang tadi malam sama siang tadi." Gilang mengusulkan hal gila itu lagi. "Mas sana mass ihhh awas mas, ahhhhh." Ucap Sandra hingga kemudian Sandra kesal ke Gilang. "Yang..... "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD