BULAN MADU GILANG SANDRA

1956 Words
"Kenapa sih mukanya cemberut gitu nak?" Tanya Erica kepada anaknya Rara. "Tadi om sama tante pelukan engga ajak Rara ma." Adu Rara kepada mamanya. Semua yang berada di meja makan tersenyum mendengar ucapan gadis kecil ini kecuali Selvi. Selvi yang tadi pagi datang ke kediaman Wijaya dan membantu membuat sarapan, Selvi ingin melihat Gilang dan Sandra sebagai pasangan suami istri untuk pertama kalinya dan hal inilah yang membuat Selvi merasa sedih. Gilang dan Sandra yang mendengar ucapan gadis kecil digendongan Sandra hanya tersenyum malu. Mereka hanya berpelukan lalu Rara bangun dan melihatnya. "Tadikan udah dipeluk sama om dan tante." Ucap Sandra. "Ihhh itukan saat Lala udah bangun kalau belum bangun pasti Lala juga engga diajak." Ucap Rara cadel dan Rara merajuk. "Ok sayang nanti kalau kita berpelukan om sama tante bangunin Rara dulu ya." Ucap Gilang menengahi perdebatan itu. "Pinky promise." Ucap Rara. "Pinky promise." Gilang mengikuti Rara. "Tante juga dong, pinky promise." Ajak Rara kepada Sandra. "Pinky promise nak, gemesin banget." Ucap Sandra. "Bikin kak sana adonanya." Celetuk Galang yang mendapat cubitan dari sang nenek. "Dah yuk makan dulu." Ajak papa putra kepada keluarga yang ada disitu. **** Setelah mereka sarapan kini mereka berada di ruang tengah. Gilang duduk didekat Selvi sednagkan Sandra duduk disebelah nenek Utami dan memangku Rara. "Kalian mau bulan madu kemana?" Tanya mama Andini kepada Gilang dam Sandra. "Belum tahu mah, Gilang ngikut Sandra aja mau kemana?" Ucap Gilang sambil menikmati cookies buatan Selvi. "Mau kemana nak?" Tanya nenek Utami. "Hmmm kalau aku maunya didekat - dekat sini saja nek, kasihan kalau mas Gilang terlalu lama cuti." Jelas Sandra kepada sang nenek. "Waduwww sudah manggil mas aja nih." Goda Galang kepada Sandra. "Ya wajar dong manggil mas." Bela nenek. "Iya iya yang sekarang jadi cucu mantu kesayangan." Celetuk Galang. "Bali bagus San atau mau Jogja juga bagus." Usul Selvi. "Iya sayang di daerah situ bagus nanti tinggal cari tempat yang enak saja." Ucap mama Andini menyetujui ucapan sang mantu Selvi. "Mmmm kalau aku maunya ke Labuan Bajo ma kak kalau mas Gilang tidak keberatan." Ucap Sandra lirih sambil menunduk tak enak kepada Gilang. "Oke ke Labuan Bajo, nanti aku urus semuanya. " Gilang berucap setelah melihat Sandra yang berbicara sungkan kepada keluarganya dan dia. Gilang ingin Sandra menatap nya saat berbicara. Kini Selvi dan Gilang sedang berada di kamar Gilang, Selvi langsung memeluk Gilang karena merasa rindu. "Kangen" Ucap Selvi saat memeluk Gilang. "Bukankah baru kemarin kita bertemu." Gilang membalas pelukan Selvi, walaupun Gilang sudah tidak begitu mencintai Selvi tapi ia tetap memperlakukan Selvi dengan baik. "Kamu sama Sandra kapan berangkat ke Labuan Bajo?" Tanya Selvi setelah melepas pelukan Gilang. "Nanti malam kita berangkat." Jelas Gilang sambil merebahkan tubuhnya di ranjang diikuti Selvi. "Yah beberapa hari ini aku bakal tidur sendirian lagi." Adu Selvi kepada Gilang. "Hmm" Gilang mulai tertidur tetapi Gilang ingat sesuatu dia harus tidur di kamarnya bersama Sandra. Gilang meninggalkan Selvi yang berada di kamarnya dan menuju ke kamar ia dan Sandra. Gilang masuk kamar dan melihat Sandra sedang membereskan bajunya yang dia bawa dari rumah. "Ekhemmm." Gilang berdehem untuk mendapat perhatian Sandra dan berhasil. "Iya mas ada yang diperlukan?" Tanya Sandra dengan lembut, mendengan suara Sandra yang lembut entah kenapa hati Gilang menghangat. "Engga ada, mau kasih tahu aja nanti kita berangkat jam 20.00 malam." Jelas Gilang. "Ah jadinya malam ini cepat banget mas pesan tiket dan yang lainnya." Sandra menjawab pemberitahuan Gilang dengan senang. "Untuk menyenangkan hati istri ya apapun aku lakukan." Goda Gilang kepada Sandra. "Apaan sih mas bisa aja. Kamu mau bawa baju yang mana aja mas?" Tanya Sandra. "Yang santai aja yang, sekalian bawa satu baju biat kita dinner." Ucap Gilang yang saat ini fokus dengan ponselnya. Sandra yang mendengar panggilan sayang dari Gilang masih tersipu malu, tetapi Sandra harus membiasakan Gilang memanggilnya dengan sebutan sayang. Kini Sandra sedang menata baju yang akan ia dan Gilang bawa, karena mereka akan berbulan madu selama 3 hari maka baju yang dibawa keduanya tidak banyak hanya cukup dengan satu koper saja. Membayangkan kegiatan saat bulan madu Sandra menjadi malu sendiri. Sandra menepuk pipinya agar tidak memikirkan hal tersebut. Tadinya Gilang melihat sang isteri kedua sedang menata barang, Gilang juga mengajak Sandra mengobrol tetapi lama kelamaan Gilang ngantuk dan tertidur. Sandra yang melihat Gilang tidur hanya tersenyum dia melihat betapa tampan CEOnya yang sekarang menjadi suaminya. Setelah menyelesaikan menata barang Sandra tidak ikut bergabung tidur dengan Gilang tetapi dia turun ke bawah untuk membantu ataupun mengobrol dengan keluarga barunya. Sampai di bawah Sandra menemukan sang mertua sedang menanam bunga. Sandra yang melihat itu langsung mendekat dan ikut membantu sang mertua. "Boleh Sandra bantuin ma?" Tanya Sandra sopan kepada mama Andini. "Yaampun mama kaget sayang, sini - sini bantuin mama." Mama Andini memberikan pot, tanah dan bunga kepada Sandra. "Apa kamu juga senang bertanam bunga seperti ini?" Tanya mama Andini yang melihat Sandra lihai dalam melakukan kegiatan tersebut. "Iya ma di rumah aku banyak bunga dan sayuran yang aku tanam sendiri." Jelas Sandra dengan jujur. "Wahhh cocok banget, kapan - kapan kita tanam sayuran ya mama buat tempatnya dulu di samping situ." Mama Andini menunjuk lahan kosong di sampingnya. Sandra dan mama Andini menikmati kegiatan bertanam mereka. Sudah banyak pot yang diisi dengan bunga dan mereka berdua menatanya. Di dalam rumah ada sepasang mata yang melihat kegiatan mertua dan menantu baru tersebut. Dia berasa sedih karena tidak bisa menemani hobi sang mertua tersebut karena dia tidak suka dengan hal - hal tersebut. Setelah merasa cukup melihat adegan tersebut Selvi kembali menuju dapur untuk membuatkan mereka teh. "Ma San ini aku buatin teh." Panggil Selvi kepada keduanya. "Oke taruh situ ya sayang." Balas mama Andini. Selvi yang masih mendengar panggilan sayang dari mama Andini Selvi merasa lega berarti mama Andini masih menyayanginya. Selvi tersenyum melihat Sandra dan mama Andini sedang merapikan sisa alat dan bahan untuk menanam tadi. "Makasih ya kak untuk tehnya." Ucap Sandra kepada Selvi. " Iya ini black tea salah satu teh kesukaan mama." Jelas Selvi kepada Sandra. "Hmmmm enak." Ucap sang mama setelah meminum teh buatan Selvi. "Mama suka teh apa saja, aku suka chamomile tea sama jasmine tea ma." Jelas Sandra kepada Gadis. "Ahhh mama juga suka itu sayang, mama suka itu ditambah rose tea." Ucap sang mama. "Kapan - kapan kita bisa pergi bertiga buat beli teh." Usul Selvi dan disetujui oleh mama Andini. Mereka kini bercerita tentang apa saja, mama Andini yang melihat menantu - menantunya akur sangat senang. Mama Andini bersyukur dengan semuanya dan ia berharap agar Sandra cepat punya anak. **** Malam tiba saatnya Sandra dan Gilang pergi ke bandara. Sebelum pergi Gilang berpamitan kepada mereka, dan tentunya ada si bocil Rara yang menangis saat akan ditinggal keduanya. "Sayang tante sama om pergi dulu ya nanti tante belikan mainan." Bujuk Sandra kepada Rara yang saat ini tidak mau lepas dari gendongan Sandra. "Enggakkk!!" Tolak Rara. Akhirnya Erica yang melihat drama antara anaknya dan Sandra tidak tahan juga, Erica mendekat ke arah keduanya. "Sayang yuk sama mama pergi ke Timezone kita main sepuasnya. Biarin tante sama om pergi ya mereka mau menjemput adik buat Rara." Bujuk sang mama tetapi Rara masih berfikir. "Adik ma?" Tanya Rara bingung. "Iya sayang adik yang nantinya bisa jadi teman Rara untuk bermain, maukan punya teman bermain. Nanti adiknya mirip tante Sandra kalau engga om Gilang." Bujuk sang mama Erica smabil memberi penjelasan yang mudah dimengerti Rara. "Jemput adiknya dimana?" Tanya Rara. "Jauh sayang kalau Rara ikut adiknya nanti engga mau ikut pulang kesini. Yuk sama mama aja." Erica mulai mengambil Rara dari gendongan Sandra. "Ok jangan lupa ya tante bawa adiknya." Ucap Rara kepada Sandra dan dibalas anggukan oleh Gilang dan Sandra. "Semuanya Gilang sama Sandra pamit ya." Gilang berpamitan kepada keluarganya. "Iya Lang cepat beri nenek cicit ya hati - hati." **** Di pesawat Sandra tidak bisa tidur karena tidak nyaman. Sandra mencoba melihat awan lewat jendelanya. Gilang yang melihat itu awalnya biasa aja lama - lama Gilang jengah juga melihat Sandra yang tidak bisa diam. "Kenapa engga mencoba tidur sih yang?" Tanya Gilang kepada Sandra. "Engga bisa tidur mas, bosan." Ucap Sandra dengan nada sedikit manja. "Mau aku peluk?" Tawar Gilang kepada Sandra "Engga mas." Setelah menjawab Gilang Sandra menundukkan kepala karena malu. "Masih aja malu, sekarang kamu engga boleh menundukkan kepala lagi ya saat sama aku. Kan kita udah siap untuk memulai semuanya dari awal." Pinta Gilang kepada Sandra. Gilang menautkan tangan keduannya, Gilang juga membawa kepala Sandra agar bersandar dibahunya. Kali ini Sandra dan Gilang naik pesawat kelas ekonomi premium, bagi Sandra kelas ini sudah biasa ia gunakan tetapi bagi Gilang ini merupakan yang pertama. Sandra memilih kelas ini agar ia tidak bosan dan dapat melihat Gilang dengan leluasa. Setelah penerbangan selama 2 jam akhirnya keduanya telah sampai di bandara, saat di bandara Gilang dan Sandra di jemput orang suruhan temannya Gilang. Saat telah sampai di kapal Labuan Bajo Sandra langsung tertidur karena capek sedangkan Gilang mengobrol dengan temannya yang pemilik kapal phinisi. "Apa kabar Do?" Tanya Gilang kepada Aldo. "Kabar gue baik Lang, gue kaget pas denger lo kesini mau bulan madu sama isteri kedua lo." Ucap Aldo sambil menuangkan jus ke gelas Gilang. "Semua juga awalnya bukan pilihan gue tetapi setelah melihat betapa baik dan lemah lembutnya Sandra gue berubah pikiran. Loe tahu Do dia cepat akrab sama keluarga gue terutama nenek gue." Gilang bercerita kepada Aldo. "Gue doain lo bahagia Lang, jangan sungkan cerita sama gue ya." Ucap Aldo dan keduanya saling bercerita tentang teman - teman waktu sekolah. **** Saat sore hari Sandra telah selesai mandi dia mencari Gilang yang habis mandi berada di luar menikmati pemandangan sambil meninum teh. Gilang yang melihat kedatangan Sandra lalu menyuruh agar Sandra duduk disampingnya. Setelah duduk disampingnya kini Gilang melingkarkan tangannya ke pinggang Sandra. "Ayo kita mengobrol." Ajak Gilang kepada Sandra. "Mas mau ngobrol tentang apa?" Kini Sandra melihat ke arah Gilang. "Mari kita saling bertukar tentnag apa yang tidak disukai dan disukai, bagaimana?" Tanya Gilang kepada Sandra. "Hmmm boleh. Mas suka makanan apa?" Sandra bertanya terlebih dahulu. "Aku suka steak dan pasta, untuk makanan indo aku suka rendang dan soto." Ucap Gilang. "Aku juga sama kaya kamu mas." Ucap Sandra menimpali Gilang. "Aku engga suka makanan yang pedas - pedas." Ucap Gilang. "Aku kebalikan dari kamu mas aku suka pedas." Ucap Sandra kemudian. Mereka bertukar cerita satu sama lain hingga kini langit berubah warna menjadi jingga dan kelelawar berterbangan sehingga menambah kesan romantis. Gilang mengajak Sandra untuk mendekat ke sisi kapal, kemudian memeluk Sandra dari belakang dan Sandra memeluk tangan Gilang yang berada di pinggangnya. "Kenapa mas menyetujui pernikahan ini?" Tanya Sandra yang penasaran akan alasan Gilang. "Aku akan cerita ketika waktunya sudah tepat. Awalnya aku terpaksa tetapi setelah aku mengetahui fakta aku jadi ikhlas menerima kamu, aku sebenarnya sudah tertarik dengan kamu tetapi karena aku sudah punya istri jadi aku tetap teguh pada janjiku kepada Selvi hingga waktu ini tiba disaat aku dan kamu bersama aku menerima kamu menjadi isteriku." Jelas Gilang kepada Sandra, walaupun Gilang brlum memberikan alasan penuh kenapa ia menerima Sandra. "Aku tahu, kamu tertarik kepadaku kan?" Tanya Gilang kepada Sandra. "Ya awalnya aku tertarik dengan kamu mas tetapi aku ingat kamu sudah berkeluarga dan aku hanya dapat menyukai kamu dengan diam sampai kak Selvi datang menawarkan hal itu kepadaku. Awalnya aku tidak mau menerima tetapi setelah mas menawarkan cinta kepadaku aku menerimanya dengan ikhlas." Jujur Sandra kepada Gilang. Cup... Gilang mencium pipi Sandra dsri sampi g sehingga menimbulkan semburat merah di pipi Sandra. "Hmmmm gitu ya, kini aku sayang kamu." Ucap Gilang sambil mengeratkan pelukannya pada Sandra. Aldo juga menyiapkan jasa photograper di setiap kapal dan photograper tersebut memotret tiap gerakan dari sepasang sejoli tersebut sehingga terlihat sangat natural. "Yuk buat cucu untuk mama." Gilang mulai menggendong Sandra bridal style dan Sandra yang mendapat perlakuan tersebut tentu mengalungkan kedua tangannya ke leher Gilang...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD