MULAI KERJA KEMBALI

1746 Words
Menghabiskan waktu selama 3 hari di Labuan Bajo tempat impian yang ingin didatanginya merupakan salah satu list keinginan Sandra, apalagi sekarang menghabiskan waktu untuk bulan madu bersama sang suami. Sandra dan Gilang kini sudah sampai di Jakarta, meraka saat ini perjalanan pulang menuju rumah keluarga Andini dijemput oleh pak Ruslan. Saat ini Gilang begitu manja menurut Sandra, kini Gilang selalu menggenggam tangan Sandra dari saat perjalanan pulang dari Labuan Bajo sampai saat ini sampai di Jakarta. "Kamu beneran engga masalah dengan permintaan mama yang ingin kita tinggal di rumah mama?" Tanya Gilang kepada Sandra. "Iya aku setuju mas, apa mas engga setuju aku berada di rumah mama?" Tanya Sandra kepada Gilang karena Sandra takut Gilang tidak suka ia dekat dengan keluarganya. "Su'udzon kamu sama suami sendiri. Mas hanya tanya ke kamu takutnya kamu engga nyaman dengan kehebohan mama." Gilang menyentil hidung Sandra. "Aku sudah lama tidak merasakan kasih sayang dari keluarga, makanya aku setuju saat mama menawarkan itu." Jelas Sandra **** Rumah Keluarga Wijaya Sampai depan rumah keluarga Wijaya Sandra melihat mama dan sang nenek menunggunya serta ada Selvi di belakang keduanya. Mama dan sang nenek menunjukkan binar bahagia menyambut kedatangan Sandra dan Gilang sedangkan Selvi bahagia bisa melihat Gilang kembali. Nenek dan mama mendekat kearah Sandra dan memeluknya lalu membawa masuk Sandra melupakan Gilang. Selvi yang melihat itu langsung mendekat ke arah Gilang dan mengajaknya masuk. "Gimana sayang happy di Labuan Bajo?" Tanya sang mama kepada Sandra saat sudah sampai di sofa. "Alhamdulillah happy ma nek." Ucap Sandra. Sang nenek dan mertua Sandra tentu saja tahu karena masih terlihat jelas warna biru keunguan di beberapa leher Sandra walaupun Sandra sudah menutupinya dengan foundation. "Yang anak sama cucunya siapa sih, ditinggal aja engga di sambut." Gerutu Gilang kepada nenek dan mamanya. "Anak mama kelihatan happy kok makanya mama biasa aja." Ucap mama. "Yasudah deh aku mau ke kamar taruh koper." Pamit Gilang tanpa diindahkan oleh sang nenek dan mama. Selvi mengikuti Gilang menuju kamar tamu. Selvi tentu saja tidak berani masuk ke kamar keduanya. Gilang keluar dari kamarnya dengan Sandra kemudian menuju kamar pribadinya. Gilang merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang. Saat jni Gilang tidak merasakan debaran di d**a saat Selvi memeluknya. "Kamu apa kabar?" Tanya Selvi. "Baik Sel, lihatkan aku sehat saat pulang." Jawab Gilang santai. "Aku merasa kamu berubah hon." Ucap Selvi mengeluarkan uneg - unegnya. "Berubah seperti apa?" Gilang memang berubah kepada Selvi. "Kamu kini menjadi jarang bicara sama aku, jarang ngasih kabar bahkan kamu tidak memanggilku dengan honey lagi." Selvi menjelaskan keluh kesahnya. Gilang kemudian menghadap ke Selvi, dia memegang tangan Selvi. "Kamu tahu - tahu sekarang di rumah tangga kita bukan cuma ada kamu dan aku tetapi ada Sandra juga. Aku saat ini sedang ingin lebih dekat dengan Sandra dan kenapa aku sudah jarang panggil kamu honey karena saat ini aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama Sandra hon." Ucap Gilang memberi pengertian. Walaupun rasa cinta Gilang ke Selvi semakin luntur setiap harinya tetapi ia mencoba terlihat masih mencintai Selvi agar ia tahu penyebab Selvi melakukan hal tersebut. "Okay maafkan aku ya. Apa kamu engga kangen sama aku?" Tanya Selvi sambil meraba d**a Gilang. "Aku sedang lelah, aku ingin beristirahat." Gilang melepaskan tangan Selvi di dadanya dan menuju walk in closet. Saat Gilang sudah keluar dari walk in closet untuk mengambil bajunya ternyata Selvi sudah tidak berada di kamar. Kini Gilang menuju kamarnya betsama Sandra untuk istirahat karena jujur saat ini Gilang lebih nyaman bersama Sandra. **** Pagi hari ini terasa berbeda bagi Gilang. Gilang merasakan suasana yang berbeda kali ini, bangun tidur disuguhi dengan wajah bare face Sandra yang sedang menyiapkan baju kantor Gilang melihat Sandra mondar mandir di hadapannya membuat Gilang tersenyum. Sandra kali ini turun untuk membantu sang pelayan di rumah untuk memasak sarapan. Sandra melihat beberapa pelayanan mengerjakan pekerjaannya, Sandra mendekati seorang pelayan yang ia ketahui sebagai kepala pelayan yaitu mbok Sumi. "Pagi semuanya, pagi mbok. " Sapa Sandra kepada semua pelayan di dapur. "Pagi nyonya." Pelayan menjawab sapaan Sandra. "Apa ada yang anda inginnya nya?" Tanya mbok Sumi kepada nyonya barunya. "Mbok jangan formal ya sama aku, panggil aku kamu aja ya mbok biar engga canggung." Pinta Sandra dan disetujui Mbok Sumi. "Sedang masak apa mbok?" Sandra melihat beberapa makanan yang akan dihidangkan. "Ini lagi buat sandwich sama pancake." Mbok Sumi memperlihatkan bahan - bahan untuk membuat sarapan. "Oh oke mbok, sepertinya bentar lagi selesai. Aku buat s**u, jus orange sama teh saja ya mbok." Dan diangguki sang kepala pelayan tersebut. "Wuiihhh ada kakak ipar nih, pagi kak mbok." Sapa Galang kepada Sandra dan Mbok Sumi. "Pagi Gal, balik jam berapa kok kakak engga tahu?" Tanya Sandra kepada Galang yang sebenarnya ia masih merasa canggung. "Jam 3 tadi kak dan engga bisa tidur kak." Jelas Galang. "Buatin gue s**u coklat ya kak." Pinta Galang dan Sandra membuatnya. "Nihh" "Thank you kakakku yang cantik. Btw kak apa kamu tahu aku sedang pdkt sama Nana?" Tanya Galang saat keduanya sampai meja makan. "Tahu dong Gal, Nana sering cerita kamu sering ganggu dia." Cerita Sandra dan diakhir dengan tawa keduanya. "Susah banget sih kak buat dia luluh. Aku harus pakai cara apalagi coba dekatin dia." Ucap Galang yang mulai putus asa. "Coba Gal, buat kamu selalu ada disamping Nana pasti nanti Nana terbiasa, setelah itu coba kamu menjauh dengan Nana pasti Nana merasa kesepian. Mungkin cara itu akan berhasil, tetapi aku engga yakin ya karena Nana dulu pernah diselingkuhi." Ucap Sandra memberitahu Galang. "Bisa juga sih kak dicoba itu." Gilang turun ke bawah, dari anak tangga Gilang melihat Sandra dan mengobrol. Gilang melihat wajah sedih di wajah adiknya tetapi beberapa mrnit kemudian terlihat cerah. "Pagi Gal, pagi sayang." Sapa Gilang kepada keduanya kemudian mencium kening dan pipi Sandra lalu duduk di samping Sandra. "Pagi mas." Ucap Sandra. "Pagi kak. Hadehhhh gue bakal lihat kaya gini hampir tiap hari pasti, nasib nasib." Gerutu Galang melihat adegan tersebut. "Iri bilang bos." Goda Gilang kepada Galang. "Apa mas mau kasih telur sandwich nya?" Tanya Sandra dan diangguki Gilang. Sandra pergi menuju dapur. "Buset lo kirang jatah apa gimana sih kak, leher kakak gue sampe biru - biru gitu." Goda Galang yang saat ini melihat Sandra. "Jangan liatin istri gue Gal, mau mata lo gue colok." Peringatan Gilang dilayangkan kepada Galang. "Weits santai bro, gue punya gebetan yang alhamdulillah temen kakak ipar. Senangnya." Cerita Galang. "Btw kak lo gimana rasanya punya istri dua?" Tanya Galang penasaran. "Kenapa lo tanya mau?" Tanya Gilang. "Dihhhh engga ya kak. Pusing deh kayanya jadi lo kak, malam ini tidur di kak Selvi besuk tidur di sini. Hadeuhhhhh engga mau gue." Ucap Galang tidak bisa membayangkan. **** Sandra saat ini masih bekerja sebagai sekretaris Gilang, dan hari ini dia masuk seperti biasa. Sandra diantar oleh sopir pribadi Sandra yang telah dipilih oleh Gilang. "Duh pengantin baru auranya silau." Goda Arsa saat Sandra baru sampai di mejanya. "Makanya sini deketan, siapa tahu ketularan. Nih oleh - oleh." Sandra memberikan Arsa oleh - oleh. "Duh baiknya bu bosku ini." Ucap Arsa. "Ar nanti jadwal saya apa ya?" Tanya Gilang lewat interkom. "Jadwal bapak hari ini diskusi dengan divisi pemasaran pak, dan meeting dengan K Group." Jelas Arsa membacakan jadwal Gilang setelah bulan madu. "Oke suruh Sandra buat cek semua bahan ya." Pinta Gilang. "Tuh suruh cek bahan yang udah gue bikin." Arsa memberikan dokumen kepada Sandra. Saat sedang rapat Sandra dan Gilang tetap profesional, Gilang tampak cuek sekali dengan Sandra. Sesekali Gilang bertanya tentang pendapat Sandra. Setelah rapat selesai Sandra merapikan berkas - berkas yang ada di meja rapat. Gilang menemani Sandra yang sedang mengambil berkas di tiap tempat duduk. Setelah selesai merapikan berkas Sandra mendekat ke arah Gilang. "Apa ada lagi yang bapak inginkan?" Tanya Sandra formal ke Gilang. "Kalau sedang berdua jangan formal panggil seperti biasanya yang." Ucap Gilang yang kemudian mengajak Sandra menuju ruangannya untuk makan siang. "Kamu ingin pesan apa?" Tanya Gilang yang saat ini sedang melepas jasnya di bantu Sandra. "Hmmm boleh engga mas makan chicken katsu sama salad?" Tanya Sandra kepada Gilang yang saat ini mereka sudah duduk di sofa. "Bolehhh. Apa kamu ngidam yang?" Tanya Gilang kelewat polos. "Mas kita nikah belum ada seminggu tahu." Sandra menjawab pertanyaan Gilang. "Siapa tahu yang. Cepat hadir diantara kami ya sayangnya ayah sama bunda." Ucap Gilang yang sedang mengelus perut Sandra. "Aamiin." "Oh ya yang nanti aku mau nginap di tempatnya Selvi, kamu engga papa aku tinggal?" Tanya Gilang yang merasa tak enak meninggalkan Sandra disaat mereka baru menikah. "Engga papa mas, kak Selvi pasti juga kangen kamu kan." Sandra mencoba memahami Gilang yang saat ini mempunyai dua istri. **** Selvi sedari tadi sibuk berada di dapur, Selvi menyiapkan beberapa makanan untuk dirinya dan Gilang. Gilang tadi memberi tahunya bahwa dia malam ini akan menginap di rumah mereka. Saat selesai menata makanan di meja makan, suara pintu rumah terdengar terbuka. "Assalamu'alaikum" Ucap salam dari Gilang. "Wa'alaikumsalam mas." Selvi membalas salam Gilang dan mencium pipinya. "Udah datang, yuk makan mas." Ajak Selvi. "Nanti dulu aku mau mandi dulu ya." Ucap Gilang yang berlalu dari hadapan Selvi. Selvi yang melihat kepergian Gilang merasa hampa karena Gilang tidak sehangat dulu. Selvi merasa Gilang berubah tetapi Selvi merasa bahwa dia tidak melakukan sebuah kesalahan. Selvi merasa sedih saat Gilang tidak membalas ciuman di pipi tadi. Setelah makan malam Selvi dan Gilang duduk bersantai di ruang keluarga. Selvi yang saat ini sedang mengganti chanel tv, sedangkan Gilang yang saat ini fokus dengan ponselnya dan sedang bertukar kabar dengan Sandra. "Hon kamu denger engga yang aku omongin.." Tanya Selvi yang membuat Gilang bingung. "Sorry tadi aku lagi chat Galang, ada apa? " Tanya Gilang. "2 hari lagi ada acara keluarga aku hon, mama mengundang kita untuk datang karena dia kangen sama menantunya." Ucap Selvi mengulangi ucapannya tadi. "Acara bulanan keluarga kamu ya. Boleh mengajak Sandra aku rasa kita perlu mengenalkan Sandra secara langsung ke mereka." Usul Gilang. Selvi uang mendengar itu tentu saja terkejut dengan permintaan Gilang tetapi setelah dipikirkan memang benar Sandra harus dikenalkan dengan keluarga Selvi walaupun keluarga Selvi sudah tahu tentang berita Gilang menikah lagi karena Selvi menjelaskan alasannya. "Boleh hon, keluargaku kan juga keluarga Sandra." Ucap Selvi yang kini mendekat ke Gilang. "Makasih hon." Gilang mengecup pelipis Selvi. "Kamu engga kangen aku?" Tanya Selvi yang semakin memeluk Gilang erat. Mendengar itu Gilang kemudian mencium bibir Selvi, Selvi yang terlarut dalam kegiatan tersebut tentu semakin merapatkan tubuhnya kepada Gilang. Gilang yang merasa sudah puas dengan ciuman bibir saja kemudian melepaskan ciuman mereka. "Yuk tidur, ngantuk." Ucap Gilang yang kemudian Gilang menuju kamar tanpa menunggu Selvi. "Kamu berubah Lang..."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD