cerita

1042 Words
Andini kini berada di kediaman orang tua Putra suaminya ia kangen ingin bertemu mertuanya. Andini tidak lupa membawakan berbagai macam teh yang ia beli beberapa waktu lalu saat pergi ke Turkey. "Coba ini mah ini teh rose yang baru aku bawa dari Turky." "Hmmm rasanya enak aku suka." Ucap nenek setelah meminumnya. "Gimana keadaan mama akhir - akhir ini tetap sehat kan mah?" "Iya sehat seperti yang kamu lihat, Putra kemana?" Tanya nenek karena ia hanya melihat mantunya sendiri yang datang kesini. "Biasalah ma dia lagi main golf nanti katanya mau mampir." "Oh ya aku dengar dari Galang mereka habis ke sini ya?" Lanjut Andini. "Iya mereka ke sini dan Galang bawa temennya cewek itu loh cantik dia." "Oh Nana ya, mamanya aja belum kenal ini neneknya sudah kenal." Kekeh Andini. "Waktu Gilang dan Selvi ke sini mama berbicara ke Selvi." Jujur nenek karena ia merasa hal ini harus ia bicarakan kepada menantunya. "Mama bicara apa? Tentang anak?" Tebak Andini yang tepat tidak meleset sedikitpun dan dibalas anggukan kepala oleh nenek. "Hmmm mama hanya bicara bahwa mama ingin cicit segera dan apabila tetap masih nihil maka mama menyarankan agar Selvi merelakan Gilang menikah kembali." Cerita nenek. Mendengar perkataan sang mertua membuat Andini shock ia tidak tahu harus menjawab seperti apa. Andini mencoba menetralkan pikirannya kemudian dia menjawab. "Ma jangan buat Selvi tertekan, kita tahu bahwa kita semua menginginkan Gilang punya anak tapi apabila Selvi ditekan terus apa akan baik untuknta." Jelas Andini. "Mama cukup sabar sama mereka mama tahu kamu juga menginginkan cucu kan nah biar kita cepat dapat cucu dan cicit jalan satu - satunya yaitu menyuruh Gilang menikah lagi." Nenek menjelaskan secara sabar. "Tapi mama tahukan Gilang pasti engga akan mau ma." Jawab Andini. "Mari kita lihat apakah Gilang akhirnya mau atau tidak untuk menikah kembali setelah tahu sesuatu yang mungkin dapat membuat hatinya sakit." Jelas sang nenek. **** Beberapa hari setelah Andini berkunjung ke nenek kini Andini mengajak Selvi untuk makan siang bersama. Andini juga membawakan oleh - oleh khas Turkey untuk Selvi. "Maaf ya mama telat tadi ke kantor papa dulu." Jelas Andini setelah cipika - cipiki ala wanita. "Iya ma Selvi juga baru datang tadi Selvi sudah pesankan makanan mama juga." Dan dibalas ucapan terima kasih oleh Andini. "Oh ya ini ada oleh - oleh buat kamu." "Wahhh makasih ya ma, mama tahu aja kesukaanku." Jawab Selvi setelah melihat oleh - olehnya. "Mama dengar dari Gilang katanya dia ada kerjaan di luar kota." "Iya ma mungkin nanti malam pulang." Kini mereka sedang menikmati makanan pembuka sampai makanan penutup dan diselingi obrolan serta canda gurau hingga selesai makan waktunya Andini berbicara serius kepada Selvi. "Makanannya enak mama suka." Jelas Andini. "Iya ma selalu tidak mengecewakan." "Mama beberapa hari lalu datang ke rumah nenek dan nenek bercerita tentang beliau yang berbicara kepadmu saat berdua saja." Ucap Andini dan Selvi yang mendengarnya terkejut. "Ma..." Balas Selvi. "Kamu tahu Sel mama kemarin sudah menegur nenek untuk tidak membuatmu stress tapi nenek juga berasalan bahwa beliau semakin tua. Kamu tahu mama tidak pernah mendesakmu untuk cepat diberikan cucu tapi beberapa hari lalu mama renungkan memang benar mama sangat berharap kehadiran cucu saat ini di tengah - tengah keluarga kita." Jelas Andini yang berbicara dibuat secara mudah dimengerti Selvi dan tidak menyakiti hatinya. "Selvi tahu ma bahwa pasti akan sampai di titik ini dimana Selvi dituntut untuk mempunyai anak." Jelas Selvi dengan suara yang sudah serak dan mata berkaca - kaca. "Sel..." Andini ingin membalas ucapan Selvi tapi dipotong oleh Selvi. "Ma Selvi dan Gilang sudah berusaha semampu kita dan kita juga sudah mencoba bayi tabung tapi kita selalu gagal ma. Kita tidak memberitahu keluarga bahwa kita sudah mencoba bayi tabung karena tidak ingin membuat kalian kecewa tetapi akhirnya Selvi tetap membuat kalian kecewa." Runtuh sudah tangisan Selvi yang ia coba bendung dari tadi. Andini yang mendengar penjelasan Selvi tentu terkejut bahwa menantunya dan anaknya ternyata sudha mencoba program bayi tabung. Kalau boleh memih Andini ingin anak - anaknya tetap bahagia dengan pilihannya tanpa anak ataupun punya anak tetapi ia tidak boleh egois bahwa Wijaya corp memiliki banyak bisnis diberbagai bidang tentu itu memerlukan penerus yang banyak. "Mama baru tahu bahwa kamu dan Gilang telah mencoba program bayi tabung itu Sel. Mama sedih mendengar bahwa itu tidak berhasil. Kamu tahu Sel sebenarnya mama ingin kalian hidup bahagia tanpa gangguan dari keluarga tapi kamu tahukan tugas kamu apa?" Tanya Andini dan dijawab Anggukan oleh Selvi. "Ma aku sudah memikirkan ini beberapa hari lalu dan memang benar sepertinya ini jalan dan pilihan yang tepat." Jelas Selvi saat tangannya digenggam Andini. "Sel jangan bilang." "Iya ma aku ingin menyuruh Gilang untuk menikah lagi dan aku sudah memiliki calon yang cocok untuk Gilang. Mama jangan khawatir soal perasaan Selvi Selvi akan mencoba ikhlas dan Selvi berharap Gilang tetap adil. Nanti Selvi yang akan berbicara kepada Gilang." Jelas Selvi setelah ia memikirkan hal ini yang membuat ia sakit kepala. Mendengar penuturan sang menantu membuat Andini sedih mengapa rumah tangga anaknya seperti ini. Andini memeluk Selvi sebagai tanda penguat, Andini juga mengucapkan kata maaf dan terima kasih berulang kali. **** Gilang dan Sandra kini makan bersama klien mereka telah selesai meeting yang diadakan secara mendadak dengan klien. "Wah terima kasih ya pak Gilang dan Sandra sudah mau menemani saya makan siang." ujar sang klien yang diketahui namanya Reza. "Ah iya pak sama - sama dan terima kasih juga." Balas Sandra karena Gilang hanya mendengarkan tanpa niat menjawab. "Apa kamu sudah lama bekerja dengan pak Gilang?" Tanya Reza. "Baru 2 tahun pak." Balas Sandra secara sopan walaupun Sandra tidak enak kepada Gilang karena Reza bertanya kepadanya lagi. "Oh gitu ya, Bali menurutmu bagaimana?" Reza bertanya lagi kepada Sandra. "Hmm bali menyenangkan." Sandra mulai menjawab sekenanya tetapi tetap harus terdengar sopan. "Bagaimana kalau kita kembali lagi ke Bali nanti berdua." Mendengar ajakan Reza membuat Sandra yang tadinya sedang menikmati makanan menjadi tersedak. Gilang yang melihat Sandra tersedak lalu ia memberikan Sandra minuman. Gilang sebenarnya tahu motif dari ajakan makan siang Reza tetapi Gilang tetap membiarkan Reza mencoba mendekati Sandra. Gilang ingin tahu seberapa usaha dia mengajak jalan Sandra dan ternyata Reza cukup cepat juga, tapi ia mulai risih ketika Reza mulai berbicara intens kepada Sandra sampai Sandra tersedak makanan. *Boleh banget dikomen buat bab ini* *Terima kasih jangan lupa di like"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD