Pagi membawa gerimis, seolah menambah sendu insan yang akan berpisah walau masih bertaut kisah. Love memeluk Akasa begitu erat, seolah dirinya tahu akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini. Begitu ngilu sekali. “Love? Sampai kapan?” Akasa terus mengusap punggung itu, seolah menenangkan meski paham apa yang dia lakukan hanya sia-sia saja. Love menggeleng, bahkan tak mengendurkan pelukan itu sedikit pun. Beberapa waktu yang akan dilewatinya sendiri tanpa Akasa, membuatnya ragu, akankah masih bersama saat sosok yang dipeluknya ini akan kembali nanti? Akasa terkekeh, memaksa untuk mengurai pelukan itu meski dengan susah payah sekali pun, “kamu tahu, setelah di Bogor selesai, datanglah ke Yogyakarta. Aku akan mengajakmu berkeliling dan menikmati gudek, kamu pasti menyukainya kan?” Love men

