Baru jam enam pagi. Akasa sudah bercanda dengan Love lewat panggilan video call, menemani sosok di kejauhan sana yang masih malas di ranjang, “tidak ada meeting? Bagai mana dengan Bogor? Jadi berangkat jam berapa?” tanya Akasa yang menggeliat, duduk dan mulai berjalan untuk mengambil handuk. “Nanti jam sembilan, Akasa. Aku semalam tak terlalu bisa tidur.” “Ayo mandi.” Akasa dengan percaya diri masuk ke kamar mandi, mulai menanggalkan pakaiannya setelah meletakkan ponselnya ke sandaran yang terpasang di kamar mandi itu, bertingkah seperti gi golo handal sambil menyalakan kran air dingin untuk mengguyur tubuhnya agar lebih segar. Love terkekeh, mengusap wajah yang tadinya masih malas dan sekarang malah duduk dan ikut mencari handuknya, dia ingin mandi bersama dengan Akasa meski hanya mele

