bc

Di Manjakan Mas Duda Tampan

book_age18+
20
FOLLOW
1K
READ
billionaire
family
HE
escape while being pregnant
age gap
opposites attract
friends to lovers
playboy
arrogant
neighbor
mafia
heir/heiress
blue collar
sweet
bxg
single daddy
office/work place
childhood crush
enimies to lovers
lies
rejected
love at the first sight
affair
friends with benefits
addiction
assistant
seductive
like
intro-logo
Blurb

"tuan"! kata seorang kepala pelayan kepada tuan mudanya yang sedang duduk di kursi tengah sambil menatap seorang gadis yang sedang mengendap endap entah mencari apa.

"biarkan saja aku ingin tahu dia mau apa"! sahut laki laki berwajah tampan tersebut dengan suara dinginnya.

"CK, ini sebenarnya rumah atau istana nyi Blorong,kenapa susah sekali mencari pintu keluar nya"! gumam seorang gadis cantik yang sejak tadi sudah sibuk ingin keluar dari rumah besar entah milik siapa

chap-preview
Free preview
dipaksa menikah
Luna.. "!! Luna,,!! Tok. tok. Tok. " Alunaaa"!! Teriak tante melisa membangunkan keponakannya itu. Sudah 15 menit tante melisa membangunkan Luna tapi tidak kunjung bangun dan membukakan pintu. "Ck, , dasar tante tante, apa sih maunya pagi pagi begini, bukanya ini akhir pekan ya". Geruntuh seorang gadis sambil menutupi mulutnya yang masih menguap beberapa kali. Bruuk"!! " Sialan..!! Peliknya saat terjatuh karena kesandung karpet yang berada di bawah kasur nya. Ceklek"!! Akhirnya pintu pun di buka oleh Aluna. Ya Aluna Ningtiyas , gadis dengan sejuta pesona. Lesung pipi yang menghiasi pipi yang sedikit cubi, mata bulat, hidung mancung, pipit mungil dan kulit putih. Gadis yang tinggal beberapa hari lagi lulus dari sekolah menengah atas namun hanya memiliki tinggi 155 centimeter. Membuat seorang Luna masih nampak seperti gadis kecil. "Ada apa, tante". Tanya Luna sambil mengucek matanya yang masih mengantuk. " Luna, ini sudah jam berapa, ayo cepat bersiap sebentar lagi ada tamu penting yang akan datang kemari". Kata tante melisa sambil menarik masuk tangan Luna menuju ke kamar mandi. "Cepat mandi dan bersihkan tubuhmu". Kata tante melisa sambil menutup pintu dari luar. " Apa maksudnya,, "! Gumam luna sambil meraih sikat gigi dan mulai menggosok gigi putihnya. Tok tok tok. " Lunaa, cepat"!! Teriak tante melisa lagi. "Cerewet sekali sih, tante tante satu ini". Geruntuh Luna sambil membasuh mukanya. Ceklek"!! Tante melisa pun mengernyitkan keningnya. " Kau mandi apa tidak, Luna"? Tanya tante melisa dengan mata yang sudah menyipit. "Tidak,, mana bisa aku mandi hanya di beri waktu 2 menit". Jawab Luna dengan malasnya. " Menjawab saja kau ini, sudah ayo cepat ganti bajumu". Kata tante melisa lagi sambil menarik tangan Luna dan memberikan sebuah gaun kepada Luna. "Ini suruh pakai". Sahut Luna sambil mengangkat gaun tersebut ke udara. " Sudah jangan banyak protes, cepat ganti pakaianmu". Kata tante melisa yang sudah di kejar dateline. Ting. Tong...!! "Astaga jangan bilang itu tuan mahendra sudah datang". Gumam tante melisa sambil berjalan meninggalkan Luna yang masih berada di depan meja rias. " Siapa pa"!? Tanya tante melisa kepada suaminya yaitu om danu. "Paket"! Jawab om danu yang juga sedang menunggu kedatangan tamu yang di nanti nya. " Astaga, aku kira tuan mahendra sudah datang"!. Gumam tante melisa segera berjalan kembali menuju kamar Luna. Baru saja melangkah kan kakinya beberapa langkah. Terdengar pintu di ketuk kembali dari luar. Ceklek. Om danu pun membukakan pintu tersebut dan. "Tu-tuan mahendra". Kata om danu saat melihat seseorang berpenampilan rapi dengan setelan jas yang melekat pada tubuhnya. Dan ada 2 orang yang di kiranya pasti pengawal tuan mahendra. " Si-silahkan masuk, tuan". Kata om danu sambil membungkukan setengah tubuhnya. "Trimakasih pak danu". Jawab tuan mahendra lalu masuk begitu saja ke dalam ruang tamu. " Luna, Luna, cepat"!! Teriakan tante melisa kembali terdengar sambil memasuki kamarnya. "Kamu cantik sekali pasti tuan mahendra menyukaimu". Kata tante melisa yang memang tidak bisa memungkiri jika keponakannya ini memang cantik. " Ayo cepat, jangn biarkan tuan mahendra menunggu". Kata tante melisa sambil menarik lengan Luna. "Tunggu, tante, siapa tuan mahendra, apa hubungannya denganku". Tanya Luna karena memang tidak tahu maksud dari sang tante. " Sudah jangan banyak tanya, hanya ini satu satunya jalan untuk menyelamatkan keluarga ini". Kata tante melisa sambil menarik kembali lengan Luna untuk keluar menemui tuan mahendra. "Maaf, tuan sudah membiarkan anda menunggu. " Kata tante melisa yang sudah berada di ruang tamu bersama Luna disampingnya. "Jadi ini yang namanya Luna, cantik sekali". Kata tuan mahendra sambil mengangguk anggukan kepalanya. Entah itu terpesona dengan sosok Luna atau apa hanya dia yang tahu. " Pantas saja tuan besar sangat ingin menjodohkan tuan muda dengan nona Luna, karena dia memang cantik". Batin tuan mahendra sambil memandang lekat lekat ke arah Luna. Luna yang dipandang pun merasa risih dan sesekali memalingkan wajahnya dengan wajah yang sudah di tekuk. "Ayo duduk dulu"!. Kata om danu kepada Luna. Luna hanya melirik sekilas lalu mendudukan bokongnya di samping om danu, dengan kaki yang sudah di angkat satu dia letakan di kaki sebelahnya.. Sudah kalah kalah preman pasar yang menjelma sebagai bidadari. "Luna turunkan kakimu"! Kata tante melisa lirih sambil mencubit pengan Luna. " Apa sih tante". Pekik Luna luruh dengan suara yang menekan. Tuan mahendra hanya mampu menahan senyumnya. "Ini mungkin akan jadi drama terbaru jika nona Luna sampai bertemu dengan tuan muda marchel ". Batin tuan mahendra seketika teringat sosok tuan mudanya yang selalu menolak untuk di jodohkan. "Sudah, sudah jangan dipermasalahkan, kita bicarakan saja tujuan utama kita". Kata tuan mahendra akhirnya angkat bicara . " Ma-maaf tuan sekali lagi atas tingkah Luna". Sahut om danu dengan wajah tak enak hati. "Jadi ini anak mediang yohan dan Siska "!? Tanya tuan mahendra yang mulai berkata serius saat ini. " Iya benar tuan"! Sahut om danu dan tante melisa bersamaan. "Baiklah besok aku akan datang menjemputnya, sesuai perjanjian yang kalian minta, saya akan mengabulkanya sekalian nanti waktu saya menjemputnya"! Jelas tuan mahendra. Glek"!!. " Menjemput, apa maksudnya, mau dibawa kemana aku"! Batin Luna bertanya tanya sambil menatap sinis ke arah laki laki tua di hadapanya ini. "Baiklah tuan, kami akan menunggu ". Jawab om danu dengan senyum yang sudah melebar di wajahnya. " Kalau begitu saya permisi ". Kata tuan mahendra sambil beranjak dari duduk nya. " Silahkan, tuan"!! Kata tante melisa dan om danu bersamaan sambil menganggukan kepalanya hormat. "Hei, tante, om, apa maksudnya tadi"! Tanya Luna dengan tengilnya. " Luna, tuan mahendra besok mau melamarmu"! "Maksud tante, aku disuruh menikah dengan tua bangka tadi, ". Sahut Luna dengan wajah yang sudah akan memerah. " Tenang dulu, bukan begitu maksudnya. ". Kata om danu sambil meraih tangan Luna menenangkan keponakan ya itu. " Kamu tahu kan papamu meninggalkan hutang banyak sekali setelah kepergian ya, dan hanya tuan mahendra yang bisa membatu untuk membayar hutang hutang tersebut. Maafkan om, hanya cara ini yang bisa om lakukan ". Jelas om danu dengan lembut, tidak ada terlihat raut kebohongan di wajahnya.. Padahal aslinya tidak seperti itu. " Benar Luna,, anak tuan mahendra sangat tampan, kamu pasti suka nantinya ". Jelas tante melisa menimpali ucapan sang suami. " Setalah tuan mahendra melunasi semua hutang hutang papamu, kamu bebas mau bercerai dengan anak tuan mahendra itu tidak masalah ". Luna hanya menatap penuh kesal kepada om dan tantenya. " Apa karena hutang papa ku jadi aku yang harus mengorbankan masa depanku saat ini". Sahut Luna akhirnya dengan sorot mata penuh kekecewaan. "Yaa, tuan mahendra maunya kamu, dan hanya kamu yang bisa membayar hutang hutang tersebut. " Jelas om danu lagi. "Ck... "!! Gumam Luna,, " Lihat saja, akan ku buat laki laki itu benci padaku setelah ini". Batin Luna sambil menganggukan kepalanya setuju. Seketika senyum om danu dan tante melisa mun mengembangkan sempurna di wajah mereka. Tap. Tap. Tap. Suara sepatu highells yang berpadu dengan lantai keramik terdengar mendekat dan memasuki rumah sederhana tersebut. "Ma, pa. Siapa mobil mewah tadi"; Kata Vanessa yang baru saja datang dengan totelbag di tanganya. " Terserah kalian saja "! Kata Luna sambil beranjak dari duduknya dan melangkah menuju kamar nya. " Ma.. Pa.... "!!. Panggil Vanessa lagi. " Itu tuan mahendra, orang yang akan menikahi luna". Jelas tante melisa. "Apaa,,, kenapa Luna dulu yang menikah, bukanya usianya belum ada 20 tahun, kenapa tidak vanes saja, sepertinya tadi orang kaya". Kata Vanessa yang memiliki sifat matre tak terkalahkan seperti tante melisa. " Jadi kamu mau menikah dengan om om tua seperti tuan mahendra". Sahut tante melisa yang tidak tahu jika tuan mahendra hanyalah suruhan tuan besar mahardika. Setahun ya tuan mahendra tidak memiliki anak, dan sudah bisa di pastikan jika tuan mahendra lah yang akan menikahi Luna dengan mahar yang sangat tinggi. Begitulah isi dari otak tante melisa dan om danu saat ini. "Pa,. "!! Gumam Luna lirih sambil berdiri di balkon kamarnya menatap lampu lampu malam yang menghiasi malam dingin tersebut Drrrt. Drrrt. Terlihat ponsel di genggaman Luna bergetas. Fika"!! Gumam Luna saat melihat siapa yang menghubunginya. " Hallo"!! Sapa Luna dengan malas. "Hallo, beb.. Kenapa lesu sekali.. "!! Sahut Fika yang tidak biasa mendengar suara lesu dari seorang Aluna. " Hemmm, ada apa"!!. "Cepat kesini, kita lagi ngumpul nih.. Aku tunggu, tidak ada tapi, secepatnya di tempat nongkrong biasa"! Tut. Tut. Tut. Fika pun mematikan sambungan telpon sepihak. " Sialan, ! Umpat Luna kepada layar ponsel nya yang sudah mati. Luna tanpa berfikir lagi langsung menyambar hudi dan tas srempangnya lalu keluar dari kamarnya begitu saja. "Mau kemana Luna"! Tanya om danu yang sedang berada di ruang tengah saat ini. " Keluar sebentar om"! Sahut Luna tanpa menghentikan langkahnya. "Jangan pulang malam malam, Luna". Sahut om danu, entah Luna mendengar atau tidak dengan teriakan om danu. " Entah setelah ini aku akan bisa ngumpul lagi atau tidak dengan kawan kawan ku, setelah aku menikah. Hahaa Luna Luna miris amat nasib mu". Gumam Luna sambil tergelak di atas motor sport yang di kendarainya. Bruum,, bruum, bruum"!! Suara kenalpot yang sudah menggema di area komplek perumahan anggrek raya tersebut. Bisa di pastikan jika yang lewat adalah gadis tomboy cantik yang hobinya menggunakan motor sport nya yang sudah di modif sedemikian rupa.Hingga membuat aluna yang hanya memiliki tinggi semampai,, apa apa tak sampai, kini bisa mengendarai motor yang lumayan tinggi untuk ukuran kakinya. "Mending aku nikmati hari hariku selama beberapa waktu terakhir ini". Gumam Luna lagi tak terasa motor yang di kendarainya telah sampai di parkiran sebuah cafer yang sangat ramai malam itu.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook