episode 2

1062 Words
" Dimana mereka". Kata Luna sambil mengedarkan pandangan yang di berbagai arah. Baru saja luna mengambil ponsel yang ada di tasnya. Bruuukk"!! Seorang laki laki berpenampilan formal menabrak nya. Praakk"!! Ponsel di tangan Luna pun terjatuh dari genggamanya. Pria yang menabraknya pun hanya menoleh dan menatap benda yang terjatuh di lantai begitu saja. Tanpa berniat mengambilkan nya atau apa. "Hei,, apa kau tidak bisa jalan pakai mata"! Umpat Luna saat melihat pria tersebut hanya diam sambil menatap ponselnya tanpa dosa . " Astaga,, ada apa itu"! Kata seorang laki laki saat melihat boss nya sedang di maki maki seorang wanita. "Boss!! Kata willy yang sudah berada di hadapan boss nya. " Urus dia"!! Kata pria tersebut sambil melenggang pergi dari hadapan Luna, dan kembali sibuk dengan panggilan telpon yang sempat tertunda.. "Dasar laki laki sialan"!!. Umpat Luna kesal sambil mengangkat tanganya ke udara. " Ma-maaf nona, jangan berteriak teriak. ". Kata willy sambil mencoba menenangkan gadis cantik di hadapan ya yang sedang tersulut emosi. " Apa itu tadi boss mu, apa kaca matanya kurang tebal, hingga tidak melihat gadis segede ini, main tabrak segala". "Kau lihat ponselku itu, sampai terjatuh dan dia main nylonong pergi, dasar laki laki tidak bertanggung jawab, laki laki sialan, amit amit aku bertemu dengannya lagi"!. Makian Luna mengeluarkan sumpah serapahnya yang sudah membuat pengunjung caffe serempak melihat ke arahnya. "Sabar nona, biar saya ganti ponsel Anda". Sergah willy, secepat kilat Luna pun menghentikan ocehanya yang membuat kendang telinga willy seakan ingin meledak. Eheemmmm"!! Sahut luna sambil menatap ke arah willy. Willy pun mengambil ponsel Luna yang sudah retak tersebut dan melihat tipe ponsel supaya willy tidak salah jika harus ganti rugi. "Nona berapa no. Rekening anda". Kata willy sambil memberikan ponsel luna. Dengan cepat Luna pun mengatakan no rekeningnya dengan willy yang sudah siap untuk mengetik di ponselnya . Tring.. " Sudah nona, maaf saya tidak bisa membelikanya langsung, itu sudah saya lebihi uangnya, jadi anda bisa kan membeli sendiri, saya permisi nona"! Kata willy akhirnya, bergegas meninggalakan Luna yang bermulut cempreng itu. Luna tidak menjawab hanya mengangkat dua bahunya saja.. Brank"!! Pintu mobil pun di tutup oleh willy saat dia sudah masuk ke dalam mobil. Di lihatnya gerry sudah berada di dalam mobil sambil menatap keluar jendela. Ya gerry vanendra/Aditama. Laki laki tampan yang memiliki aura luar biasa pada tubuh tegap dan wajah tampang. Ceo muda di sebuah perusahaan GVA properti Aditama, yang bergerak di bidang properti. Laki laki tampan yang saat ini sudah memasuki usia 32 tahun. "Apa sudah kau urus gadis tadi". Kata gerry dari belakang kursi kemudi. Willy melirik sejenak ke arah boss nya sebelum menjawab pertanyaan sang boss. " Sudah, boss.. "!! Jawab willy sambil menghidupkan mesin mobilnya. " Apa dia meminta kompensasi". Tanya gerry lagi. " Sebenarnya tidak,, tapi saya tidak betah mendengar ocehanya, makanya saya ganti ponselnya yang sudah retak tadi". Jelas willy yang memang sudah pusing mendengarkan sumpah serapah gadis cantik yang di temuinya tadi. Gerry hanya mengerut kan kedua alisnya sambil menatap ke depan. Entah apa yang di pikirkan laki laki dewasa tersebut saat ini. Tentang gadis yang di tabraknya, atau tentang masalah pekerjaan, atau mungkin masalah statusnya kini. **** Ddrrrt.ddrrt. Terlihat ponsel Willy pun bergetar. "Hallo tuan Willy"! Sapa seseorang dari seberang telpon. "Iya tuan "! "Tuan Willy bisa kita bahas kerja sama kita di cafe laguna sekarang,sepertinya 2 jam lagi saya harus ke bandara ,istri saya masuk rumah sakit dan saya harus cepat kembali"! Kata laki laki yang masih menelponya. "Baik tuan".. Kata Billy sambil menutup panggilan teleponnya. "Maaf bos sepertinya tuan Hendrawan meminta pertemuan besok diajukan sekarang bos, karena mendadak istrinya masuk rumah sakit dan beliau harus segera cepat pulang". Kata Willy kepada Gerry yang masih duduk di belakang sambil melamun tak jelas. "Hemmm"!! Jawab diri dari belakang kursi kemudi. Akhirnya Willy pun putar balik dan kembali menuju cafe Laguna. 1 jam berlalu pertemuan meeting dengan tuan Hendrawan pun akhirnya usai, ini tuan Hendrawan sudah berpamitan pulang dan kembali ke negaranya. " Ayo Willy". Kata Gerry sambil beranjak dari tempat duduknya keluar dari ruang VVIP. Namun baru saja kaki nya melangkah keluar dari ruang tersebut, tiba-tiba seorang gadis menabraknya kembali dan kali ini Luna lah yang menabraknya duluan. "Om,jadi kamu yang akan menikahi ku,hahaa baiklah kau sangat tampan tapi ingat ya aku tidak suka padamu jadi jangan macam macam"! Kata Luna yang sepertinya sudah mabuk berat saat itu. Gerry hanya menaikkan satu alisnya melihat gadis di depannya meracau tidak jelas sambil menarik-narik jas mahalnya. " Willy urus dia". Kata Gerry yang tak mau ambil pusing dengan gadis yang berada di hadapannya itu. "Hei mau ke mana"!! Kata Luna sambil menarik lengan gerry begitu saja. "CK, gadis ini". Gumam gerry nampak kesal. "Bawa dia"! Kata Jerry akhirnya yang tak mau menjadi tontonan di cafe tersebut". Baik boss"! Didalam mobil. "Boss kita bawa kemana gadis ini". Kata Willy bingung sendiri saat ini. Ke mansion"! Sahut Gerry dengan mata yang tertutup. Willy tidak menjawab ,hanya melirik sekilas ke belakang Dari kaca spion. 20 menit berlalu. "Selamat malam tuan". Sapa pak Jo yang sudah berdiri di ambang pintu menyambut tuan mudanya. Lagi lagi sifat arogan laki laki dewasa itu terlihat jelas dan selalu menempel pada wajah tampanya. "Bawa dia ke kamar tamu"! Kata Gerry sebelum melangkah menuju lantai dua di kamarnya. "Baik boss"!! Kata Willy sambil memasukan Luna ke dalam kamar tamu di lantai bawah. 'tuan Willy,siapa gadis itu"! Tanya pak Jo yang sudah sangat penasaran.baru kali ini tuan mudanya membawa gadis ke mansion ,biasanya para wanita akan datang sendiri tanpa di undang . "Entahlah ,pak Jo,sepertinya dia mabuk biarkan saja ". Kata Willy yang tak ingin bertambah pusing dengan adanya gadis baru yang tidak tahu asal usulnya. "Urus gadis itu pak ,saya sudah ingin pulang". Kata Willy akhirnya sambil memijat kening nya,melihat sudah sangat larut saat itu. Pak Jo sebagai kepala pelayan di mansion tersebut hanya menganggukan kepalanya. Di dalam kamar,Gerry termenung seorang diri di balkon kamarnya,laki laki tampan dan dewasa itu selalu melakukan hal yang sama ,menyendiri di waktu malam dengan ditemani sebotol wine di sampingnya. Mabuk,pastinya tidak,Gerry memiliki kebiasaan buruk ,susah tidur di malam hari dan bisa tidur dengan tenang jika sudah meminum obat tidur dan itu pun hanya beberapa jam saja. Entah apa yang sedang dia pikirkan setiap malam dengan segelas wine di tanganya,masa lalu nya yang selalu di hianati wanita,atau mantan istrinya yang jelas jelas selingkuh dengan laki laki lain,entahlah hanya Gerry yang tahu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD