Siang itu di kediaman tuan Abimanyu.
"Marcel,Marcel mau kemana kamu,jangan pergi untuk hari ini".
Suara laki laki tua yang kini menginjak usia 80 tahun.
"Ada apa lagi kek, Marcel masih banyak pekerjaan".
Ucap Marcel dengan malasnya.
"Pekerjaan apa di hari weekend ,jangan banyak alasan Marcell."
Teriak tuan Abimanyu yang sudah sangat pusing menghadapi kelakuan cucunya itu.
"Katakan ada apa kakek".
Tanya Marcel yang saat ini sudah duduk di depan tuan Abimanyu sambil sesekali melihat jam di pergelangan tanganya.
Hermawan sedang menjemput calon istrimu,kakeh harap kamu tidak menolak nya lagi".
Kata tuan Abimanyu sambil menatap serius ke arah Marcel sang cucu.
"Kek,jangan memaksaku ,aku sudah punya calon istri dan dia sedang hamil anak ku saat ini".
Duarr"!!
Seperti Sambaran petir di pagi yang cerah ,tuan Abimanyu sekatika memegangi dadanya yang berdenyut nyeri saat ini.
"Kamu memang tidak bisa di atur Marcel".
Pekik tuan Abimanyu.
"Kek,, please jangan memaksa ku ,aku bisa turutin semua kemauan kakek asal tidak yang satu itu'.
Jelas Marcel yang kini sudah mendekat ke arah sang kakek.
"Marcel akan mencari solisi akan hal ini,jangan perjodohan ini tidak perlu di batalkan,Marcel akantemui paman Gerry".
Sahut Marcel yang sepertinya mempunyai ude cemerlang untuk meminta Gerry menggantikan posisinya.
"Jangan macam macam dengan pamanmu itu , Marcel".
"Kakek tenang saja,semua akan baik baik saja,ayo aku antar kelamar untuk istirahat ".
Tak berselang lama Marcell pun keluar dari kamar sang kakek dan melangkah meninggalkan kediaman tuan Abimanyu.
Sore pun tiba.
Sore itu Luna yang sudah berada di dalam mobil bersama tuan Mahendra .
Setelah memberikan apa yang di minta om danu dan tante Melisa,tuan Mahendra pun memutuskan untuk membawa luna.
Apapun keadaan Lina setelah ini om danu dan tante Melisa tidak boleh ikut campur ataupun mengganggu Luna.
Om Danu dan Tante Melisa berjanji akan hal itu apalagi sekarang merean sudah mendapatkan uang yang sangat banyak sebagai gantinya.
"Tunggu"!!
Kata Luna saat mobil yang di tumpangi nya akan melintasi pos satpam di perusahaan anggrek raya tersebut.
"Ada apa nona,apa ada yang ketinggalan".
Tanya tuan Mahendra seketika meminta supir untuk menghentikan mobilnya.
"Tidak,minta uang 50 ribu".
Kata Luna dengan entengnya menyodorkan tangannya ke arah tuan Mahendra yang duduk di depannya di samping supir kemudi.
"Apaa"!!
Pekik tuan Mahendra kaget dengan ucapan gadis di belakangnya itu.
"Astaga,minta uang 50 ribu,ada apa tidak".
Tanya luna mengulangi.
Dengan cepat tuan Mahendra pun mengambil tas yang teronggok di bawah kakinya danencari uang yang di minta calon nona muda keluarga Abimanyu tersebut.
"Ini,nona".
Kata tuan Mahendra sambil memberikan uang 50 ribuan untuk gadis cantik tersebut.
"Mang,mang Yudi"!
Teriak Luna memanggil penjaga pos satpam tersebut.
"Neng,ada apa"!
"Ini uang yang tadi aku pinjam,makasih ya".
Jawab Luna dengan senyum yang sudah mengembang di wajah nya.
'ok, makasih atuh neng".
Luna hanya mengangguk sambil melambaikan tangan ke arah mang Yudi tersebut .
Tuan Mahendra pun di buat heran dengan tingkah Gadis di belakangnya.
30 menit berlalu kini mobil yang di tumpangi Zahra telah sampai di kediaman tuan Abimanyu.
"Apa ini rumah anda".
Tanya luna dari kursi belakang.
"Ini rumah tuan besar ,nona,Amri silahkan turun".
Kata tuan Mahendra yang sudah membukakan pintu untuk Luna.
"Tuan,nona Luna sudah datang'".
Kata tuan Mahendra kepada tuan Abimanyu yang kini masih berada di atas ranjangnya.
"Emmm,antar aku menemuinya".
Kata tuan Abimanyu sambil berusaha bangkit dari tidurnya.
"Hati hati tuan"!
"Emmmm"!!
Di lantai dasar.
"Gila ya, ternyata yang akan memunggutku jadi istri orang kaya,,haha ".
Gumam luna sambil tertawa miris di dalam hatinya.
Tak berselang lama tuan Mahendra pun keluar sambil menuntun laki laki paruh baya yang sudah nampak tua .
'jangan bilang aki aki itu yang akan menikahi ku".
"Ckck ,atuuutt"!!
"Tuan ini nona Luna".
Kata tuan Mahendra sambil menunjuk ke arah luna.. terlihat tuan Abimanyu mengangguk kan kepalanya.
"Cucu bodoh,dijodohkan dengan gadis secantik ini malah menolak dan memberikannya kepada pamannya".
Gumam tuan Abimanyu teringat dengan cucunya yang sak karepe Dewe.
"Istirahat lah nak,kakek sedikit tidak enak badan ,besok kita akan membicarakan masalah pernikahanmu".
Kata tuan Abimanyu dengan lembut.
Ya semenjak Marcel menolak perjodohan tadi pagi sejak itu pula keadaan tuan Abimanyu Muali memburuk.
"Baik kek"!
Jawab Luna masih dengan tutur kata sopanya.
"Bik,antar nona Luna ke kamar tamu ".
Kata tuan Mahendra kepada salah satu pelayan di kediaman tersebut.
"Mari nona"!
Kata bibik tersebut dengan ramah.
Di dalam kamar.
"Bik,memang siapa yang akan menikahi ku".
Tanya Luna dengan tengilnya kepada pelayan yang sedang mengantarnya itu.
"Maaf nona ,seperti nya tuan Marcel,tapi entahlah nona ".
"Why"!?
Tanya Luna sangat penasaran karena bibik tersebut ragu ragu mengatakan nya.
"Tuan Marcel sudah punya kekasih , nona".
Kata bibik sambil menundukkan kepalanya.
"Wah bagus itu,jadi dia menikahiku hanya formalitas saja kan,setelah itu kita bisa cerai,".
Celoteh Luna membuat bibik mendadak puyeng seketika.
"Kenapa konsepnya jadi begini,,"
Gumam bibik.
Di sebuah mansion kediaman Gerry.
"Tuan ada taun Marcel ingin bertemu dengan anda".
Kata pak Jo yang saat ini sedang berdiri di hadapan tuan mudanya .
"Emmmm"!!.
Jawab Gerry tampan mengalihkan pandanganya dari layar tab di tanganya .
"Uncle"!!.
Sapa marcel kepada duda berumur tersebut.
"Katakan ,apa maumu"!
Tanya Gerry masih dengan mode datarnya.
Sedikit ragu Gerry ingin mengutarakan maksudnya namun tidak ada cara lain.
"Uncle, apa anda tidak ingin menikah"!
Seketika Gerry pun menatap laki laki di depannya itu dengan alis yang sudah terangkat satu.
"Apa maksudmu"!
Tanya Gerry masih di mode menyebalkan,datar dan tanpa ekspresi.
"Uncle,tolong lah aku sekali ini saja,kakek bersikeras menjodohkanku,dan uncle tahu kan jika aku sudah memiliki kekasih,apalagi"!!
Ucapan Marcel pun sengaja di hentikan,haruskan dia jujur jika kekasihnya sedang hamil anaknya begitu.
"Jangan berbelit belit,aku tidak punya banyak waktu".
Sahut Gerry yang tak ingin menunggu terlalu lama.
"Apalagi saat ini kekasihku sedang hamil anak ku".
"Bodoh"!
Sahut Gerry dengan entengnya .
Marcel hanya mampu mengenal nafas dalam,mau dikatain seperti apapun juga Gerry yang bicara dia tidak bakal berani menjawab.
"Lalu"!
Tanya Gerry akhirnya."
"Uncle ,bisakah anda mengganti kan posisiku menikahi gadis tersebut.
Gerry hanya tersenyum miring dan itu terlihat sangat menakutkan.
"Uncle, please"!!.
Ucap Marcel penuh permohonan.
Gerry masih diam entah apa yang dia pikirkan saat ini.
"Siapa gadis itu"!
Tanya Gerry akhirnya.
"Aluna Ningtiyas,rumahnya di kawasan perumahan anggrek raya".
Jawab Marcel,ya yang Marcel tahu hanya itu selebihnya tidak,bahkan wajah Luna pun dia tidak tahu dan langsung menolak begitu saja.
"Tunggu"!!
Kata Gerry lalu beranjak dari duduknya dan melangkah menuju meja kerjanya.
Drrrt.drrrt.
Hallo tuan"?
Sapa Willy dari seberang telpon.
"Cepat cari tahu gadis bernama Aluna Ningtiyas,di kawasan perumahan anggrek raya,aku beri waktu kau 10 menit".
Kata Gerry lalu mematikan panggilang telpon sepihak begitu saja.
"Sialan,perintah macam ini".
Umpat Willy kesal,pastinya.
"Tunggu apa tadi,mencari tahu seorang gadis,apa jangan jangan"!
Seketika Willy pun menghubungi anak buahnya untuk melaksanakan perintah boss nya itu,ya pastinya dengan rasa penasaran Willy yang sudah di ujung tanduk.
Baru kali ini ada perintah yang aneh mencari tahu tentang gadis.
Tepat 10 menit sebuah pesan dari Willy pun masuk ke ponsel Gerry.
Tring.
Dengan cepat Gerry pun membuka pesan tersebut .
Mata indah Gerry seketika membolat sempurna saat melihat sosok gadis cantik terpampang jelas pada layar ponselnya.
Senyum tipis pun kembali terukir pada wajah datarnya.
"Menarik"!
Gumamnya sambil melangkah keluar dari ruang kerjanya dan kembali menemui Marcell.
"Bagaimana uncle"!
Tanya Marcel Byang sudah tidak sabar.
"Apa kau yakin,menolaknya".
Dengan cepat Marcel mengangguk.
"Kau tahu kan jika sesuatu yang sudah jadi miliku tidak bisa di ambil lagi apalagi mengusik nya"!
'jika itu terjadi maka kau tahu akibatnya".
"Siap uncle,aku janji tidak akan mengusik kehidupan uncle setalah ini".
Jawab Marcel dengan senyum yang sudah mengembang sempurna.
Kalau begitu saya permisi uncle,nanti saya akan bicarakan hal ini dengan kakek'.
Sahut nya lagi sebelum benar benar meninggalkan mansion mewah tersebut.
Bahagia mungkin disarakan Gerry saat ini,sebentar lagi dia akan bertemu lagi dengan gadis aneh yang tadi pagi sudah membuatnya tersenyum.
Ke esokan pagi.
Pagi pagi sekali sebelum Marcel pergi , Marcell menyempatkan diri untuk menemui sang kakek membicarakan perihal pernikahan nya yang akan di gantikan oleh sang uncle yaitu Gerry.
"Apa kamu yakin Marcel, jangan pernah main main dengan keputusanmu,apalagi Gerry tidak akan tinggal diam jika suatu hari nanti kamu mengusik nya dengan gadis itu".
Jawab tuan Abimanyu yang sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya meyakinkan sang cucu.
Disisih lain tuan Abimanyu sangat berat hati jika gadis yang di pilihkan untuk cucunya harus di nikahi Gerry,di satu sisi tuan Abimanyu juga tidak bisa membiarkan wanita lain mengandung cicitnya tanpa di nikahi.
Ya Gerry adalah anak dari nyonya Farah Abimanyu,adik dari tuan Abimanyu .
Farah menikah dengan laki laki keturunan Belanda.
"Kakek tenang saja,jangan berfikir yang macam macam ,nanti siang uncle Gerry akan datang kemari untuk membicarakan pernikahan itu".
Kata Marcel lalu pergi begitu saja untuk menemui kekasihnya, tania yang saat ini telah hamil 2 bulan.
Tuan Abimanyu hanya bisa menghela nafas berat sambil menatap kepergian Marcel .