"Apa hebatnya dia sampai membuat senyum cantikmu keluar begitu ringan?" Tubuh Zena menegang refleks mundur saat Rey berjalan mendekat ke arahnya. "Kamu— ngapain kamu disini?" "Mencarimu, tentu saja." Langkah Zena kembali mundur saat Rey semakin dekat. "Kenapa ekspresi kamu berbeda sekali, Baby?" "Mau apa, kamu?" Zena menahan langkahnya sebab dia hampir mencapai pintu. "Gak boleh datang? Padahal banyak hal yang perlu kita bicarakan." Rey melipat tangannya di d**a menatap Zena dengan intens. "Aku enggak!" Zena menakan suaranya. Perasaan benci begitu nampak di wajahnya, namun Rey justru terkekeh. "Banyak, sangat banyak, sayang." Rey mengambil langkah lebar hingga tubuh mereka hampir merapat. "Termasuk tentang hubungan kita yang sudah terlalu lama terjeda." Mata Zena tertegun, namun g

