37

1205 Words

Sepanjang melangkahkan kaki pulang ke rumah aku tidak sanggup membendung air mata yang terus menetes, diri ini sesunggukan karena menahan rasa sesak oleh penghinaan yang ibu mertua lakukan. Andai bisa ku mengulang waktu rasanya aku tidak perlu berbakti kepada orang yang tidak menghargai usahaku. Percuma saja aku bersikap baik Kalau di hati Ibu tidak pernah tersentuh dengan ketulusanku. Uang merah yang dilemparkan masih kugenggam di tangan, sambil menggendong Rima kusembunyikan air mata agar ketika berpapasan dengan Mbak Devi dan Kak Tania aku tidak perlu terlihat bersedih atau menonjolkan air mata. Rupanya di rumah Kak Aidil sudah pulang, suamiku terlihat sedang makan di meja makan dengan lahapnya. Karena tak tega mengganggu dia yang sedang makan akhirnya kuputuskan masuk sambil menundu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD