38

1079 Words

"Panggil siapa saja, kepalaku sakit dan aku tidak bisa menahannya!" "Mau kupanggilkan Mantri kesehatan saja Kak?" "Terserah, kepalaku berdenyut sakit minta ampun, segera atasi atau aku akan mengamuk, Devi." "Sabar Mas, jangan berteriak seperti itu, Mas harus berdoa." Iparku yang berlatar belakang suku Jawa itu terdengar sangat halus membujuk suaminya. Dari awal dia memang kakak ipar yang baik dan lembut hati, sehingga aku sangat mengaguminya. "Panggilkan dokter agar menyuntikkan obat pereda nyeri, kepalaku sakit, Devi!" "Iya, tapi sementara saya memanggil Pak Dokter, sebaiknya Mas tenangkan diri sambil terus mengucapkan istighfar." "Jangan mengajariku hal demikian sekarang ini Devi, aku akan mati! Buruan!" Mendengar teriakan Kak Yanto, aku dan Kak Aidil hanya bisa saling memandan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD