Ta... kesana yuk gabung sama temen temenku, gak enak akunya masa ninggalin acara, tenang aj kita duduk disitu cuma 3 orang doang kok dan mereka temen baik aku juga" ucap Anne yang mengajak Cinta sambil menunjuk arah Arga dkk
Pandangan mata Cinta mengikuti arah yang ditunjuk oleh Anne, berpikir sejenak lalu menyetujui permintaan Anne sahabatnya untuk bergabung bersama teman temannya. Cinta mengambil tas dan minuman yang dipesannya lalu beranjak mengikuti Anne menuju meja Arga dkk
"Hai... Ar, Don, Jal... ni kenalin sahabat gua, namanya Cinta bolehkan kita gabung disini
"Boleh... boleh malah, biar deket lihatnya.." Rizal melirik kearah Arga dia nyengir kuda saat mendapatkan tendangan dari Arga yang tepat duduk didepannya
Rizal mengulurkan tangannya kearah Cinta namun Cinta hanya menangkupkan kedua telapak tangannya didepan dadanya pada Rizal, Doni dan terakhir Arga sesaat kedua manik mata Cinta menatap Arga yang melihat kearahnya, Cinta merasak jika Arga memang sedari tadi memperhatikan dan ada perasaan tak enak dihatinya entah apa yang dirasakannya apa itu firasat buruk untuknya atau hanya perasaannya karena tatapan dari Arga..
Setelah memberikan salam perkenalannya Cinta memposisikan dirinya untuk duduk namun ditahan oleh Rizal, dia paham setelah mendapatkan tatapan tajam dari Arga agar Cinta duduk ditempatnya tepat didepan Arga
"Cin .. lo duduk ditempat gua aja" Rizal berdiri dan mempersilahkan Cinta untuk duduk ditempatnya, Anne yang sedari tadi bingung dengan sikap Rizal akhirnya paham karena tak sengaja Anne melihat Arga yang menatap Cinta dengan intens
Awalnya Anne kira hanya kebetulan saja Arga memandang Cinta, karena Anne tau jika dari awal mengenal Arga tidak pernah jatuh cinta pada seseorang
Arga merasa senang karena saat ini Cinta berada didepannya, tak sedetikpun Arga mengalihkan pandangannya pada Cinta, rasanya Cinta bagaikan magnet bagi Arga, seda ngkan Cinta merasa jika Arga nemandanginya hanya menunduk, berusaha menjaga pandangannya dan kenyamanannya, tidak dipungkiri jika Arga laki laki yang tampan, semua wanita pasti mengakuinya dan berlomba lomba untuk mendapatkan perhatiannya termasuk Cinta namun tidak dengan berusaha merebut perhatian Arga, mengingat statusnya yang sudah menikah dan memiliki anak
30 menit sudah berlalu bagi Cinta itu adalah waktu yang lama karena rasa canggung, dan sikap Arga padanya membuatnya tak leluasa berbincang
Cinta melihat jam ditangannya sudah menunjukan pukul 5 Sore, Cinta berpamitan pada Anne dan yang lainnya pasalnya hari ini dia harus masuk shift malam, Cinta bekerja sebagai petugas teknisi transfusi darah disalah satu rumah sakit negri dikota ini
"An maaf, sepertinya aku harus segera pulang karena ahri ini aku masuk shift malam" pamitnya pada Anne
"Yaa... ta gua kan masih kangen sama lo, dah hampir 14 tahun loh kita gak ketemu, masa lo gak kangen gua sih" jawab Anne yang masih enggan berpisah dengan sahabat terbaiknya
"Nanti kita ketemuan lagi ya, aku usahakan saat libur kita jalan bareng ya, kalo sekarangvmaaf banget aku harus kerja.. ya beb ... maaf banget " Cinta merapikan tasnya lalu bangkit dari duduknya
"Pamit ya An..., semuanya aku pamit dulu ya Assalamualaikum..." Cintapun melenggang pergi keluar
Saat berjalan keluar Cafe Cinta tiba tiba perasaan Cinta tak enak ada yang mengganjal dan jantungnya berdebar kencang, dia memegang dadanya dan menarik nafas panjang, mengucapkan kalimat istighfar, berusaha menetralkan
perasaan
"Astaghfirullah.. ada apa ini , kenapa perasaanku tak enak seperti ini, semoga tidak ada yang terjadi" Cinta menghubungi temannya untuk bertukar shift, dia tidak ingin saat bekerja dengan perasaan yang tak menentu karena sangat berbahaya, pekerjaannya menyangkut nyawa seseorang
Setelah Cinta mendapatkan kata deal dari temannya untuk bertukar shift, dia merasa sedikit lega lalu memutuskan untuk pulang
Disisi lain Arga mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk mengikuti dan menculik Cinta tanpa sepengetahuan yang lain termasuk DonI
Saat ini Arga memang sudah gila dia jatuh cinta dan terobsesi pada Cinta, ingin rasanya dia memiliki Cinta saat ini juga
Arga POV
Seperti yang dijanjikan Siang ini setelah meeting, aku bersama Doni dan Rizal langsung menuju Cafe yang dijadikan lokasi reuni. Hampir semua mahasiswa dan mahasiswi datang diacara itu, Aku mengarahkan pandangan keseluruh penjuru Cafe, yang kulihat kebanyakan adalah teman temanku, banyak juga teman perempuan yang tersenyum genit padaku dan hampir mahasiswi satu kejuruan dengan Arya sudah pernahku jadikan teman Ti***r, aku hanya tersenyum miring dan memandang remeh pada wanita wanita itu yang berusaha mencari perhatianku, hanya beberapa saja yang tidak termasuk Anne karena Arga tau jika sahabatnya Doni sudah mencintai Anne dari pertemuan pertamanya, dan rata rata dari mereka yang tidak tergiur oleh uang yang aku punya
Aku mengalihkan pandangannya kearah pintu cafe untuk menghindari tatapan dari perempuan perempuan itu dan secara tiba tiba masuklah perempuan berpakaian longgar dibadan namun pas untuknya jika dilihat, dilengkapi hijab yang besar menutupi sebagian tubuhnya namun makin membuatnya terlihat anggun, paras yang cantik, hanya satu kata yang menggambarkan perempuan itu dia "Bidadari"
Entah kenapa aku merasakan debaran jantungku makin kencang tak seperti biasanya aku bertemu wanita yang menjadi teman Ti**r, bisa dikatakan mereka juga cantik, menarik, dan tentu saja cara berpakaian yang modis dan seksi namun aku tak merasakan hal yang sama saat aku melihat Bidadari ini
"Cinta.." Aku mendengar Anne salah satu teman kuliahku memanggil namanya dan mereka duduk dimeja yang berbeda dari tempat dudukku..
Aku memandanginya secara intens, rasanya aku tak ingin ketinggalan darinya, semakin lama aku melihatnya aku merasa bahagia, ada rasa berbeda, rasa ingin bersamanya, dan rasa ingin memilikinya dan makin makin ingin memilikinya
Anne mengajaknya duduk dimeja kami, makin senang rasanya aku bisa melihatnya dari dekat, seolah Anne tau isi hatiku, mataku masih mengikuti kemanapun dia pergi, hingga suara Anne mengagetkanku
"Hai... Ar, Don, Jal... ni kenalin sahabat gua, namanya Cinta bolehkan kita gabung disini" ucap Anne dan langsung dijawab oleh Rizal siplayboy kampung itu
Boleh... boleh malah, biar deket lihatnya.." Rizal melirik kearah ku sambil nyengir kuda saat mendapatkan tendangan dari Arga yang tepat duduk didepanku, setelah dia mengucapkan salam dan bekenalan dengan kami, Rizal memberikan posisi duduknya pada Cinta, ya dia memang selalu peka hanya dengan melihat tatapanku, dan alhasil aku bisa melihatnya dari dekat meskipun dia lebih banyak menunduk, namun aki bisa melihat kecantikan dan keanggunan yang lebih dari dia
Aku tak mengeluarkan kata kata apapun aku hanya fokus pada Cinta, dan aku tersadar saat Cinta berpamitan pulang, pada kami, dalam hatiku rasanya tidak rela dia pergi, ya aku ingin memilikinya sekarangvdan mengikatnya agar tak bisa pergi dariku, dengan cepat aku ambil ponselku dan kukirim pesan pada bawahanku yang selalu mengikuti untuk menculiknya dan membawanya ketempat yang kusuruh
"Cepat ikuti perempuan yang baru keluar cafe, dia memakai gamis dan hijab yang besar, lalu bawa dia ke Villa pribadiku"
"Siap boss, laksanakan" jawab seseorang disana
"Ingat jangan sampai gagal"
15 menit kemudian aku mendapatkan pesan dari orang suruhanku, dan pesannya membuat aku tersenyum senang
"Boss, kami berhasil membawanya dan sekarang sedang perjalanan menujju villa pribadi anda"
"Pastikan untuk dia tidak kabur sampai aku datang"
"Siap boss"
"Kalian akan mendapatkan bonus besar dariku"
Aku tersenyum, lalu memasukkan ponselku dikantong kemeja, lalu berpamitan pada semua nya
Author POV
Arga tersenyum smirk, lalu memasukkan ponselnya kedalam kantong baju dan bangkit duduknya dan berpamitan pulang
"Gua cabut dulu"
"Ar, kok lo balik duluan sih, tumben, gak jadi donk ntar malam" tanya Rizal yang merasa heran dengan sikap Arga, biasanya dia tidak pernah pulang sendiri apalagi jika sudah berencana akan keclub tempat biasanya untuk bersenang senang
"Sorry gua ada urusan penting yang harus gua tangani" jawab Arga
"Ntar malam juga penting bro, nick sudah siapkan wanita spesial untuk kita"
"Yang ini lebih spesial dan penting"
"Boss tunggu.." belum selesai Doni bicara Arga sudah memotongnya
" Gak usah bro ini urusan pribadi, bukan urusan kantor, jadi bersenang senanglah" Arga menunjukkan senyum yang tak biasanya pada Doni, dan langsung berlalu. Bukannya senang justru merasa curiga ada apa dengan bos sekaligus sahabatnya itu