11

2856 Words

"Menginaplah, Challista. Ya?" Challista menatap Nyonya rumah yang tengah meremas lengannya lembut. Menahan Challista agar tinggal lebih lama. "Aku belum izin orang tuaku, Bibi." Hatari mengerucutkan bibir. Dan Challista tidak kuasa menahan senyum gelinya. Dia merangkul ibu Willy dengan hangat. "Aku harus bekerja besok. Pagi-pagi sekali aku punya rapat. Mungkin, lain kali?" Senyum Hatari mengembang. Dia menepuk bahu Challista dengan antusias. "Kau mau berjanji?" Challista mengangguk. Mendapati tawa itu mengalun. "Challista, kau ingat? Aku tidak banyak merombak kolam renang ini karena Willy bilang, kenangannya bersama dirimu ada di sini." Challista mendengus. Menatap kolam renang yang bening dan tenang dari pantulan lampu hias taman. "Kenangan pertemuan pertama kami?" Hatari mengangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD