Perasaan seperti ini bisa membuat siapa saja marah hingga gemetar. Aku tak bisa bergerak dan melakukan sesuatu karena aku sedang mengandung. Jangankan berdiri tegak, menopang tubuhku sendiri pun rasanya tak mampu. Aku hanya bisa menarik napas dalam-dalam. “Han Siyu, akhirnya kamu mengetahuinya. Aku sangat kagum dengan kecerdasanmu.” You Likun tanpa malu-malu merapikan rambutnya. Dia meletakkan jari-jarinya tepat di dahinya, merapikan rambut hitam panjangnya yang ikal bergelombang ke belakang kepalanya, dan matanya sedikit menyipit. Aku harus mengakuinya kalau wajahnya terlihat cantik, tapi perbuatannya membuatnya terlihat sangat murahan, benar-benar murahan sekali. Sedangkan, Mu Yuan terlihat ketakutan. Dia duduk di tepi tempat tidur dengan lemah sambil menutupi wajahnya dengan kedua t

