“Aku bukan orang yang seperti itu. Sudah biasa jika selalu ada konflik di antara teman kerja, tapi kita harus tetap bekerja sama,” tegasku dengan wajah yang datar. Aku mengucapkannya dengan tenang sambil berusaha keras menekan amarahku. Xiao Liu hanya mengangguk kebingungan. “Kalau begitu, baiklah, Kak Siyu. Sebaiknya hubungan kita hanya sebatas rekan kerja saja, karena kita tidak bisa menjadi teman.” Aku terkejut mendengarnya. Hanya Xiao Liu yang pernah mengatakan hal ini. Selain dia, tak ada seorang pun yang bisa. Kata-katanya yang begitu terus terang membuatku sangat ketakutan. “Aku sudah sampai di rumah. Kamu juga sebaiknya segera pulang. Sebagai wanita, kamu harus memperdulikan keamananmu di malam hari.” Saat itulah wajah Xiao Liu yang tadinya datar akhirnya tersenyum dan berkata

