83. Malaikat Pencabut Nyawa

1558 Words

Seorang pria menggunakan pakaian serba hitam tengah berdiri di hadapan tubuh seorang wanita yang tidur damai terpasangi alat-alat medis untuk memantau tanda-tanda vitalnya. Aroma obat-obatan menyengat di ruangan itu. Sunyi sepi, hanya ada bunyi alat saja yang terdengar. Tetesan cairan infus menetes pelan untuk mengalirkan cairan ringer laktat dan obat ke pembuluh vena. Tidak ada perawat yang mengawasi dia di tempat ini. Tidak ada juga CCTV yang terpasang. Hanya ada alarm dan alat pantau saja untuk memanggil perawat jika keadaan pasien memburuk. "Selamat tinggal Rika. Tenanglah di akhirat sana. Terima kasih sudah memberikan Diki. Maaf selama ini saya hanya memanfaatkan dan membuat kamu menderita. Semua itu saya lakukan atas perintah Kania. Anak tiri dari istri pertama suami kamu." Joko me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD