Tangan Jesica bergetar hebat. Dia takut telepon ini adalah telepon dari seorang penghipnotis yang sengaja ingin mencelakainya lagi. Dengan perlahan Jesica menempelkan ponsel ke telinganya. Posisinya juga kurang mendukung. Jika benar ini si penghipnotis, otomatis Jesica mungkin akan di suruh untuk terjun bebas dari kamar hotel yang tinggi ini lalu mati karena bunuh diri. "Hallo. Apa ini dengan Nona Jesica?" Suara orang yang ada di telepon ternyata terdengar baik-baik saja dan tidak ada yang mencurigakan. "Iya, saya Jesica. Dengan siapa dan ada perlu apa?" jawab Jesca. Tidak ada keraguan lagi. Orang ini terdengar seperti orang baik. "Saya perawat dari RSUD Sukabumi. Ingin memberitahukan bahwa ibu anda sudah meninggal dunia." Perkataan suster itu membuat hati Jesica seakan di tembak oleh s

