Plakkk …. Di ruangan privasi sebuah restoran mewah. Jemari tangan lentik mengayun dengan keras lalu berakhir permukaan rahang tegas yang di tumbuhi bulu halus. Pipi pria itu seketika memerah di tampar oleh wanita tersebut. Suasana ruangan ini seketika menjadi mencekam. Makanan hangat yang semula sudah di pesan sangat menggiurkan selera dan membuat perut lapar, seketika menjadi tidak ingin lagi untuk di santap dan perutpun menjadi kenyang dengan angin. Pria itu kemudian berlutut dan memohon untuk memaafkan segala kesalahannya. "Bos, maafkan kesalahan saya, Bos!" Kedua tangan Joko meraih kaki Kania yang indah mengenakan high heels. Jari telunjuk Kania mendorong kepala Joko hingga terayun ke belakang."Bodoh kamu. Harusnya pastiin dulu Jesica gak bakal ada yang nolong. Gagal kan jadinya."

