Jantung Jesica rasanya seperti mau copot saja saat melihat Saipul. Mudah-mudahan pria ini tidak mengetahui bahwa kuncinya telah di curi oleh Leny dan tidak tau bahwa ketiga gadis ini telah masuk ke ruangan milik KOHODA. "Eh, Om." Jesica mengangguk sopan. Dia harus terlihat biasa saja agar tidak di curigai. "Eh … kok kamu ada di kafe Om. Abis makan, ya?" Ipul menyapa Jesica juga sangat ramah. Meski dia gelisah karena kunci yang ia miliki itu hilang. Sebetulnya takut jika istri atau anaknya menemukan kunci ruangan itu dsn memasukinya. Bisa gawat darurat karena ada foto istimewa. "Iya, Om. Abis makan sama temen." Jesica mengarang cerita apa lagi jika Ipul mengintogasinya. Dia tidak sepintar Leny dalam membuat satu alasan. "Sama Gina, ya? Tadi lihat mobilnya di depan. " Tuh kan, Ipul melih

