Jesica terperanjat bangun saat melihat lampu yang menyala dan suara orang di ruang tengah, dia pun menghampiri Biyan yang tengah duduk menonton televisi. Perasaan Jesica bahagia saat melihat Biyan pulang ke apartemen, berarti malam ini dia bisa merasakan kehangatan pelukan Biyan dan bisa bermimpi indah. Alangkah kagetnya Jesica saat netranya melihat minuman yang tengah Biyan minum di gelas kristal kecil berwarna coklat. Pikiran Jesica mengudara. Mungkinkah Biyan patah hati gara-gara di selingkuhi istrinya sampai menyiksa diri seperti ini. Dua kancing kemejanya di buka dan rambutnya terlihat semrawut. Jesica sampai merasa iba. Saat Biyan hendak meneguk minuman di gelas mungil dan cantik itu. Jesica menahan pergerakan tangannya. "Abang mabuk?" Jesica segera meraih gelas dan mencium aroma

