Biyan semakin mempererat tangannya yang melingkar di pinggang Jesica. Rasanya begitu nyaman, membuat hati yang semula gundah gulana semakin tenang hingga tidak sadar terlelap tidur memeluk Jesica. Suasana malam yang mendukung karena terus hujan membuat mereka berdua tidur nyaman di bawah selimut tebal. Jesica juga ikut terlelap hingga posisi tidur yang semula membelakangi Biyan, kini sudah tengkurap di atas tubuh Biyan. Matahari sudah bersinar terang. Suara keramaian kota Jakarta pun sedikit terdengar. Cahaya sang surya menembus kaca dan membuat netra Biyan pun terbuka. Biyan sedikit merasakan sesak karena tubuhnya tertindih Jesica. Tangan kekarnya menyelusup baju tidur gadis ini dan mengusapnya perlahan. "Bangun, Jes. Udah siang!" Biyan masih mengumpulkan nyawanya yang masih mengamba

