“Katakan dulu kamu menikah dengan siapa di mimpimu?” “Ya ampun, benar kubilang kan kamu cemburu.” “Siapa bilang?” Thea mendorong dengan sekuat tenaga, dan berhasil membebaskan diri dari Dieter. Thea langsung beringsut dan menjaga jarak dengan merapatkan tubuhnya pada pintu mobil sambil melipat kedua tangan di depan d**a, matanya menyipit ke arah Dieter. “Kamu tidak bisa dipercaya sama sekali,” semburnya. “Bisa-bisanya kamu mengantar aku pengadilan dan menunggu disini tetapi tertidur dan bermimpi menikahi wanita lain di saat kamu bersamaku. Luar biasa sekali ya, penyakit playboy-mu sepertinya belum sembuh seutuhnya.” Dieter melipat kedua tangannya di belakang kepala, menyamankan dirinya di kursi kemudi. Bibirnya melengkung menahan geli saat melihat wanita itu mengomel untuk sesuatu ya

