Nyaris Melamar

1279 Words

Thea menghabiskan waktu beberapa detik untuk memperhatikan Dieter, sedikit geli sebetulnya melihat sikap si pemuda yang tereksan begitu kekanakan. Kemudian dia turun dari sofa, dan duduk berselonjor kaki di samping pria itu. “Sebetulnya ini sulit bagi kita berdua, tidak hanya kamu saja yang merasakannya,” ujar Thea kemudian menengahi. “Kamu belum pernah berkomitmen seserius ini dengan seorang perempuan sedangkan aku sudah melakukannya hanya saja gagal dengan komitmen itu sendiri.” Thea meraih tangan Dieter, menggenggamnya dengan kedua tangan. “Kita harus memulai ini dengan pelan-pelan, Dieter. Aku juga perlu menyelesaikan semuanya terlebih dahulu. Kamu pasti pernah dengarkan? sebelum membuka lembar baru, kita harus menyelesaikan lembaran lama.” Dia berusaha sebisa mungkin menjelaskan bah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD