Pria Penenang

1076 Words

Restoran dekat rumah sakit. Rumah steak. Steak beserta kentang tumbuk dan salad sayuran yang Dieter pesan masih utuh dan belum tersentuh di depannya, apalagi masuk ke dalam mulutnya. Dieter merasa dia terlalu disibukan dengan memandangi Thea. Meskipun memang daging has dalam di piringnya sangat menggoda untuk di eksekusi, tapi mau bagaimana lagi, dia bahkan tidak sempat memegang pisau dan garpu. Dia terlalu terpana untuk bisa melakukan apa-apa. Masih teringat sekali percakapan mereka sebelum mampir ke restoran ini saat mereka berpapasan di rumah sakit tatkala Dieter berhasil menemukannya. “Ada apa?” “Aku lapar. Aku mau makan.” Jawaban Thea membuat Dieter hanya bisa bengong selama beberapa detik. “Kalau kamu tidak mau menemani aku, aku bisa pergi sendiri.” “Tunggu, aku mau menemani k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD