Gejolak Emosi

1175 Words

“Dieter tidak sepertimu, Derek. Dia bukan tipikal orang yang berambisi kepada jabatan. Lagipula apa salahnya jika dia memilih kembali pulang dan berkumpul bersama keluarganya? Rumah sakit itu milik keluarganya dan dia pulang untuk membantu. Pada akhirnya dia juga akan menjadi pengelola disana.” Dengan berapi-api Thea membela Dieter mati-matian di depan pria yang mencampakannya. Deter mungkin boleh mengkritik dirinya, karena memang pria itu selalu begitu. Tetapi pria itu jelas tidak punya hak untuk menjelek-jelekan Dieter. Apalagi di depannya seperti ini. “Ah, aku mengerti alasanmu sekarang. Kamu memilih dia dan menyingkirkan aku pada akhirnya karena alasan uang. Karena si berandalan itu adalah seorang pewaris. Sangat masuk akal bagimu untuk membuang harga diri yang selalu kau banggakan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD