Setelah mencermati isi klausul, Adam akhirnya tersenyum dan bisa menangkap jika rencana Kakek David sudah berhasil. Sambil mengangkat tinggi berkas yang berada di dalam genggaman tangan kanannya, Adam berkata. “Saya menolak untuk menceraikan istri saya, Tuan Herman!” jawab Adam mantap. Herman yang bisa membaca, merasa ada yang tidak beres dari ekspresi wajah Adam saat ini. Lantas ia mengambil paksa berkas di tangan dokter tampan itu. Dicermatinya berkas itu dengan kedua bola mata yang membulat sempurna dan bibir yang terbuka lebar. “b*****h! Jadi, kalian sudah bersekongkol dan menipuku?! Anda ….” Telunjuknya lurus mengacung pada Tuan Adam Collin Miller yang masih berdiri di tempat yang sama. “Pa, apa yang sudah terjadi?” tanya Gendis dengan ekspresi khawatir. Ia merebut paksa berkas it

