Bagian 22

1158 Words

*** "Mulai besok, aku berangkat ngantor lebih awal ya, Mi, Pi. Jadi kalau seandainya jam enam aku udah enggak ada di rumah, kalian jangan kaget karena berarti aku udah pergi." Tanpa aba-aba, informasi tersebut keluar begitu saja dari mulut Arjuna. Tengah di meja makan bersama kedua orang tuanya, apa yang dia katakan berhasil membuat Ardina mau pun Danial kaget. Dan dari keduanya, yang pertama kali bertanya adalah sang papi. "Kenapa jadi lebih pagi? Kerjaan di kantor lagi numpuk banget emangnya?" "Enggak," jawab Arjuna, disertai gelengan pelan. "Kerjaan kantor cukup banyak, tapi enggak sampai bikin aku lembur. Masih bisa dihandle sampai jam lima sore." "Terus kenapa kamu berangkatnya lebih pagi?" tanya Ardina. "Ada sesuatukah?" Arjuna tersenyum tipis. "Aku mau ke rumah Andini dulu, M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD