Mereka bercerita. Bukan tentang teknik, bukan tentang aksi, tapi tentang kejujuran, kebutuhan untuk didengar, dan keberanian untuk menunjukkan diri seutuhnya di hadapan pasangan. *** Ina berdiri, memeluk tubuhnya sendiri seperti ingin menghilang. “Ini memalukan…” bisiknya. “Sayang…” Ranu mencoba menenangkan Ina. “Bukan hanya masalah suara, Ranu. Aku tahu apa yang mereka pikirkan. Mereka membayangkan semuanya. Di kepala mereka, aku ini janda tua tak tahu malu, menjerit-jerit di ranjang dengan pemuda seperti kau.” Ranu mendekat, tapi Ina mundur. “Mereka tidak akan berhenti, Ranu. Suaraku... cintaku padamu... akan selalu jadi bahan tertawaan.” Malam itu, mereka tidur dalam sunyi yang aneh. Tak ada suara. Tak ada pelukan. Hanya jarak kecil di ranjang yang terasa seperti jurang. Esok pa

