~~°°~~ Davin dan Agung masih berdiri menantikan tamu terakhir. Darikejauhan, tampak dua orang ditunggu-tunggu. Mendadak Davin mengeryit, Mengamati dengan seksama salahsatu dari tamunya. “Bukannya dia pria yang bersama Zara siang tadi? Ngapain diadi sini?” batinnya. Davin terus mengamati pria tersebut. Tanpa di sadarinya, Farhan, lelaki yang menjadi pusat perhatiannya juga memperhatikan Davin.Bahkan, Farhan sudah memerhatikan Davin sejak menginjakkan kaki di halaman rumahitu. Seorang lelaki tua yang datang bersama Farhan langsungdisambut oleh Davin. Mereka berbincang sejenak karena saling mengenal. “Om Darwis, sehat?” sapa Davin terlihat akrab menjabattangan Darwis. Sementara pria paruh baya itu menepuk-nepuk punggungnya. “Sehet, sehat. Seperti yang kamu lihat. Oya, Davin,perkenalkan

