Davin marah, dan Zara tak tahu letak kesalahannya. Berlebihan rasanya jika Davin marah hanya karena ia mengobrol dengan Farhan. Bukankah selama ini Davin tidak pernah melarangnya untuk berteman dengan siapapun? Bahkan, Zara kerap mengobrol dengan mantan teman kampusnya dulu, juga tak pernah Davin bersikap seperti saat ini. “Davin, kami baru bertemu setelah bertahun-tahun. Barukemarin mas Farhan datang dan menemuiku. Dia di depan rumah ini hanya untuk memastikan aku adalah teman kecilnya.” “Aku enggak masalah kamu bertemandengan siapapun, tatapi tidak begitu caramu berbincang-bincang dengannya. Kenapa enggak di depan orang banyak? Kenapa mesti di tempat remang-remang seperti tadi?” “Kami tak sengaja bertemu di sana.” “Oya?” “Serius.” “Oke. Kalau begitu, kenapa dia bilang enggak tau sa

