Sangat Kangen

1286 Words

Pintu diketuk perlahan. Zara yang masih sesenggukan memilih mengabaikannya. Malu juga keluar kamar dalam keadaan wajah sembab. Apalagi menghadapi Farhan. Anak-anak yang lainnya juga pasti bertanya-tanya. Dan itu membuat Zara melas menjawab. Kenapa, ada apa, dan pertanyaan sejenis akan memancing emosinya. Untuk itu, Zara memilih menghindar. Setidaknya untuk malam ini. Rupanya seseorang sedang berdiri di luar pintu. Masih menunggu penghuni kamar itu untuk membuka pintu. Meskipun ia yakin bahwa Zara akan baik-baik saja, tetapi ada kekhawatiran oleh sabab Zara tidak mau mengangkat teleponnya. Ditambah lagi tidak mau membuka pintu. "Ada apa denganmu? Apa Davin selalu membuatmu begini? Kenapa kamu tak tampak bahagia, Zara?" Farhan membatin. Sejenak menyandar di daun pintu sambil terus mener

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD